BORNEONEWS, Tamiang Layang – UPTD Puskesmas Tamiang Layang memperluas sasaran Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dengan menyambangi kantor dan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Barito Timur. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target pemeriksaan masyarakat usia produktif yang hingga kini belum memenuhi kuota.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut menyasar kelompok usia 18 hingga 45 tahun atau masyarakat usia kerja. Pada Rabu, 30 September 2026, petugas UPTD Puskesmas Tamiang Layang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfops) Kabupaten Barito Timur.
Kepala UPTD Puskesmas Tamiang Layang Dadang Suseno mengatakan PKG merupakan program tahunan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bertujuan mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing.
“Ini merupakan program tahunan dari Kementerian Kesehatan. Tujuannya agar masyarakat mau memeriksakan kesehatannya, sehingga kita bisa mengetahui apakah ada penyakit atau faktor risiko yang diderita dan selanjutnya dapat diberikan penanganan,” ujar Dadang.
Menurut Dadang, wilayah kerja UPTD Puskesmas Tamiang Layang memiliki target sekitar 13 ribu orang yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Dari jumlah tersebut, capaian pemeriksaan pada kelompok anak-anak disebut sudah hampir memenuhi kuota yang ditetapkan.
Sementara itu, capaian pemeriksaan terhadap masyarakat usia produktif masih belum mencapai target. Kondisi tersebut mendorong Puskesmas Tamiang Layang mengambil langkah jemput bola dengan mendatangi perkantoran maupun OPD untuk menjangkau kelompok usia kerja.
“Karena itu kami menyasar usia produktif dengan mendatangi kantor-kantor atau OPD. Kami berharap masyarakat, khususnya para pegawai dan kelompok usia kerja, dapat memanfaatkan kesempatan pemeriksaan kesehatan gratis ini,” katanya.
Dadang menekankan pemeriksaan kesehatan tidak semata-mata dilakukan ketika seseorang mengalami keluhan. Pemeriksaan secara berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mengenali lebih awal berbagai penyakit atau faktor risiko yang mungkin belum menimbulkan gejala.
Menurutnya, deteksi dini memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh penanganan dan tindak lanjut sesuai kondisi kesehatan yang ditemukan. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak harus menunggu sampai penyakit berkembang atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Harapan kami, masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita bisa melakukan pencegahan dan penanganan lebih cepat sehingga masyarakat tetap sehat dan produktif,” pungkas Dadang.
Program PKG tersebut sekaligus menjadi upaya Puskesmas Tamiang Layang memperluas jangkauan layanan promotif dan preventif. Dengan menyasar masyarakat usia produktif secara langsung, pemeriksaan kesehatan diharapkan tidak hanya meningkatkan capaian program tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih rutin memantau kondisi kesehatannya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









