JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Dua wakil Indonesia, Dika Alif Dhentaka dan Dhia Tsabit Az Zakky Sutaryo, belum berhasil melaju ke babak 16 besar nomor sprint putra cabang balap sepeda trek Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pada babak kualifikasi yang berlangsung di Izu Velodrome, Rabu, 30 September 2026, keduanya menempati dua posisi terbawah dari total 19 peserta.

Dika Alif Dhentaka berada di peringkat ke-18 setelah membukukan waktu 10,185 detik pada nomor 200 meter flying start.

Catatan tersebut menghasilkan kecepatan rata-rata 70,692 kilometer per jam.

Sementara itu, Dhia Tsabit Az Zakky Sutaryo menempati posisi ke-19 dengan waktu 10,589 detik dan kecepatan rata-rata 67,995 kilometer per jam.

Hasil tersebut membuat kedua pesepeda Indonesia harus menghentikan langkah pada babak kualifikasi. Hanya 16 pembalap dengan catatan waktu terbaik yang berhak melanjutkan persaingan ke babak berikutnya.

Persaingan di posisi teratas berlangsung ketat. Pesepeda tuan rumah Jepang, Kaiya Ota, menjadi yang tercepat setelah mencatatkan waktu 9,400 detik dengan kecepatan rata-rata 76,596 kilometer per jam.

Catatan Ota sekaligus memecahkan rekor Asian Games sebelumnya yang berada di angka 9,623 detik.

Rekor tersebut sebelumnya dibukukan pesepeda China, Zhou Yu, pada Asian Games Hangzhou 2022.

Sementara posisi kedua babak kualifikasi ditempati Li Zhiwei dari China dengan waktu 9,444 detik.

Pesepeda Malaysia, Mohd Azizulhasni Awang, menyusul di posisi ketiga setelah mencatatkan waktu 9,467 detik.

Dengan hasil tersebut, perjuangan Indonesia pada nomor sprint putra berakhir di babak kualifikasi setelah Dika dan Zakky tidak masuk dalam 16 besar catatan waktu tercepat.

ANTARA