JAKARTA –

BORNEONEWS, New York – Proses pemilihan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasuki tahap lanjutan setelah Dewan Keamanan menggelar pemungutan suara pendahuluan keempat secara tertutup, Selasa, 29 September 2026.

Presiden Dewan Keamanan PBB untuk September, Jerome Bonnafont, mengatakan proses tersebut telah selesai dan hasilnya akan disampaikan kepada masing-masing kandidat melalui perwakilan tetap negara yang mengajukan pencalonan.

“Putaran keempat pemungutan suara awal telah dilaksanakan. Setiap kandidat akan diberitahu mengenai hasilnya melalui perwakilan tetap dari negara anggota yang mencalonkan mereka,” kata Bonnafont.

Ia juga mengonfirmasi terdapat tujuh kandidat yang masih mengikuti proses pemilihan Sekjen PBB.

Pemungutan suara pendahuluan dilakukan untuk mengukur tingkat dukungan terhadap masing-masing kandidat di antara 15 anggota Dewan Keamanan sebelum proses bergerak menuju tahap yang lebih menentukan.

Sejumlah laporan menyebut diplomat Kosta Rika Rebeca Grynspan berada di posisi terdepan setelah pemungutan suara keempat. Namun, hasil resmi pemungutan suara tersebut tidak diumumkan secara terbuka.

Dalam mekanisme pemilihan, calon Sekjen PBB membutuhkan dukungan sedikitnya sembilan anggota Dewan Keamanan.

Lima anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, China, Prancis, Rusia dan Inggris, juga memiliki hak veto yang dapat menghalangi pencalonan.

Setelah Dewan Keamanan mencapai kesepakatan, nama kandidat akan direkomendasikan kepada Majelis Umum PBB untuk proses pengangkatan.

Pemilihan kali ini dilakukan untuk mencari penerus Antonio Guterres yang masa jabatan keduanya berakhir pada 31 Desember 2026.

Sebelumnya terdapat lebih banyak nama yang masuk dalam proses pencalonan. Namun, mantan Presiden Chile Michelle Bachelet menarik pencalonannya pada 21 September 2026 sehingga jumlah kandidat yang dikonfirmasi dalam putaran terbaru menjadi tujuh.

Beberapa nama yang tercatat dalam proses pencalonan antara lain Rebeca Grynspan dari Kosta Rika, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional Rafael Grossi dari Argentina, mantan Presiden Senegal Macky Sall, Duta Besar Guyana untuk PBB Carolyn Rodrigues Birkett serta diplomat Uganda Olara Otunnu.

Dewan Keamanan akan melanjutkan tahapan seleksi sebelum menetapkan kandidat yang direkomendasikan kepada Majelis Umum sebagai Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.

ANTARA