PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Peringatan World Rabies Day 2026 di Kota Palangka Raya berakhir pada Rabu, 30 September 2026. Namun, vaksinasi terhadap Hewan Penular Rabies atau HPR di Kota Cantik tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut.

Para vaksinator rabies tetap bergerak memberikan vaksinasi kepada HPR di berbagai wilayah Kota Palangka Raya. Pelayanan ini akan terus dilakukan hingga akhir tahun untuk memperluas cakupan perlindungan terhadap rabies.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno, mengatakan kegiatan World Rabies Day menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi vaksinasi harus terus berjalan setelahnya.

“Walaupun peringatan World Rabies Day berakhir hari ini, vaksinator rabies terus bergerak di Kota Palangka Raya untuk memberikan vaksin kepada Hewan Penular Rabies,” kata Ganjar.

Menurutnya, vaksinasi HPR menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian rabies. Karena itu, pelayanan tidak dibatasi hanya pada momentum peringatan World Rabies Day.

Hingga hari ketiga pelaksanaan kegiatan, sekitar 3.450 hewan telah mendapatkan vaksinasi rabies. Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena data dari sejumlah kader vaksinator di lapangan belum seluruhnya masuk.

Ganjar mengatakan pihaknya masih mengejar target minimal 8.000 ekor hewan tervaksin hingga akhir 2026. Para vaksinator akan terus melakukan pelayanan di tengah masyarakat untuk mencapai target tersebut.

“Data-data di kader vaksinator juga masih banyak yang belum masuk,” ujarnya.

Pelayanan vaksinasi juga tetap berjalan meski Kota Palangka Raya masih menghadapi kondisi kabut asap. Dalam menjalankan tugas, para vaksinator tetap diminta mengedepankan protokol kesehatan dan memperhatikan kondisi kesehatan selama berada di lapangan.

Ganjar mengajak masyarakat yang memiliki HPR, terutama anjing dan kucing, untuk memanfaatkan layanan vaksinasi yang terus berjalan. Vaksinasi secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran rabies sekaligus memberikan perlindungan bagi hewan dan masyarakat.

Dengan demikian, berakhirnya World Rabies Day bukan menjadi akhir gerakan vaksinasi rabies. Upaya tersebut terus dilanjutkan hingga akhir tahun untuk mengejar cakupan vaksinasi HPR minimal 8.000 ekor di Kota Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/H)