BORNEONEWS, Sampit - Jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB. Sejumlah murid di SD Negeri 1, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur tampak semangat memulai hari mereka dengan mengenyam pendidikan.

Namun, kesemangatan murid itu bertolak belakang dengan fasilitas yang mereka gunakan. Kondisi ruangan yang rusak parah salah satunya.

Ada saat-saat tertentu kegiatan belajar-mengajar di sekolah ini terpaksa harus dihentikan. Misalnya pada saat terjadi hujan deras atau saat terjadinya fenomena alam yang disebut musim tenggara, kala itu angin bertiup kencang.

Saat hujan, air dipastikan akan masuk dan membasahi seluruh ruangan kelas. Sedangkan pada saat musim tenggara, angin akan berembus kencang masuk ke ruang kelas, Murid pun akan kesulitan menulis karena buku pelajaran mereka seringkali berserakan tertiup angin yang masuk melalui dinding bangunan yang rusak. Dinding bangunan itu pun diperbaiki pihak sekolah secara swadaya. 

"Kerusakan ini sudah sangat lama, dan belum ada perbaikan dari pemerintah," kata Kepala Sekolah Dasar Negeri I Ujung Pandaran, Mutayib, Senin (16/1/2017).

Tetapi, jiwa ingin mendapat pembelajaran seakan menutupi kerusakan ruang kelas itu. Pancaran semangat tak pudar dari mata murid yang mayoritas orangtuanya adalah kalangan nelayan.

Bangunan sekolah yang terletak di kecamatan paling selatan Kotim itu sudah mengalami kerusakan di sana-sini, mulai dari plafon, dinding, bahkan hingga meja dan bangku yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Pihak sekolah sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah. Sebab dengan kondisi sarana dan prasarana belajar saat ini, tentunya akan sangat berpengaruh sekali terhadap mutu pendidikan di sekolah. Sebab murid-murid sekolah ini seringkali terpaksa harus kehilangan jam belajar akibat faslitas pendidikan yang sudah tidak layak lagi. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)