SAMPIT –

‎BORNEONEWS, Sampit – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kunjungan ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kotim.
‎
‎Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotim, Diana Setiawan, mengatakan terjadi penurunan jumlah masyarakat yang datang ke MPP sekitar 25 persen dibandingkan kondisi normal.
‎
‎“Kalau yang normal 300 sampai 400 orang per hari. Tapi ini kurang sekitar 25 persen,” kata Diana, Kamis, 1 Oktober 2026.
‎
‎Menurutnya, penurunan tersebut mulai terlihat sejak kabut asap semakin tebal pada awal September 2026. Kondisi itu membuat masyarakat, khususnya dari wilayah perdesaan, mengurangi aktivitas bepergian ke luar rumah.
‎
‎“Bulan September kemarin, pas kabut mulai tebal, itu sudah mulai turun. Bisa dilihat mobil dan motor di MPP sudah berkurang daripada biasanya. Kalau biasanya penuh, sekarang memang berkurang,” jelasnya.
‎
‎Ia menyebut layanan yang paling terdampak adalah pelayanan yang banyak diakses masyarakat, seperti BPJS dan administrasi kependudukan, termasuk KTP.
‎
‎Meski terjadi penurunan kunjungan, kondisi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah. Sebab, sebagian besar layanan yang tersedia di MPP merupakan pelayanan publik yang tidak berkaitan langsung dengan pajak maupun retribusi daerah.
‎
‎“Kalau pemasukan Kotim tidak. Karena yang diurus itu tidak semuanya ada retribusi dan pajak. Di situ banyaknya pelayanan, misalnya BPJS dan KTP,” ujarnya.
‎
‎Sementara itu, untuk pelayanan yang berkaitan dengan pembayaran pajak atau retribusi, Diana mengatakan kondisinya relatif berbeda. Salah satunya layanan perpanjangan STNK yang sempat mengalami peningkatan ketika terdapat kebijakan pembebasan tunggakan.
‎
‎Namun, untuk pelayanan perizinan berskala besar, masyarakat maupun pelaku usaha kini banyak memanfaatkan sistem daring sehingga tidak terlalu bergantung pada kunjungan langsung ke MPP.
‎
‎Diana memperkirakan jumlah pengunjung akan kembali meningkat setelah kondisi kabut asap membaik. Bahkan, menurutnya, lonjakan kunjungan berpotensi terjadi karena masyarakat yang sebelumnya menunda keperluan pelayanan akan datang secara bersamaan.
‎
‎“Iya, pasti. Bahkan mungkin prediksi saya pas kabut asap turun, pengunjung malah melonjak. Akhirnya yang menunda datang semua,” pungkasnya. (DEVI/R)