BORNEONEWS, Sampit – UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan akan melakukan pendampingan terhadap seorang perempuan tunawisma yang menjadi korban pemerkosaan yang kini tengah hamil.
Perwakilan UPTD PPA Kotim, Nina, mengatakan pihaknya prihatin terhadap kondisi perempuan tersebut yang tidak memiliki tempat tinggal dan diketahui selama ini tidur di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.
“Kita sangat prihatin dengan kondisi orang-orang yang terlantar, yang kurang diurus keluarga ataupun karena kondisi ekonomi. Setidaknya kita punya empati dan simpati. Jangan mereka sudah dalam keadaan susah, kita buat lebih susah lagi,” katanya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Nina mengingatkan masyarakat agar tidak memperlakukan orang terlantar secara sembarangan, terlebih mereka yang berada dalam kondisi rentan.
Menurutnya, kondisi korban tidak menunjukkan gangguan kejiwaan berat. Saat diajak berkomunikasi, korban masih mampu memberikan respons yang sesuai dan memiliki daya ingat yang cukup baik.
“Sebenarnya tidak yang 100 persen gila. Kalau diwawancarai, ingatannya bagus. Komunikasinya juga nyambung setiap kami bertanya,” ujarnya.
Namun, Nina menyebut masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kesehatan maupun psikologis korban secara menyeluruh. Kondisi fisik dan faktor lain juga dinilai perlu mendapatkan perhatian.
Karena itu, UPTD PPA berencana melakukan pemantauan secara berkala apabila korban nantinya tinggal di rumah singgah. Penanganan juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial, termasuk untuk membantu akses layanan kesehatan.
“Kalau beliau menetap di rumah singgah, kami akan tetap sering mengontrol. Mungkin nanti kami tindak lanjuti untuk pemantauan kesehatannya. Kalau ada BPJS, kita bisa antar ke puskesmas. Kemudian bisa juga ke psikolog karena kami di UPTD PPA juga ada psikolog,” jelasnya.
Dari informasi yang diperoleh, korban tidak memiliki tempat tinggal setelah rumahnya di wilayah Cempaka disebut mengalami kebakaran. Ia juga tidak memiliki keluarga dekat di daerah tersebut.
Korban diketahui memiliki dua anak. Salah satu anaknya telah berkeluarga dan merantau, sementara anak lainnya masih remaja dan disebut belum memiliki pekerjaan tetap.
Kondisi tersebut membuat sang anak juga mengalami keterbatasan untuk merawat ibunya. Anak korban bahkan khawatir tidak dapat mencari pekerjaan dengan tenang apabila harus terus mencari keberadaan ibunya yang kerap pergi.
“Anaknya yang remaja mau mengurus, tapi karena tidak punya pekerjaan. Jadi kondisinya juga terbatas,” ungkap Nina.
Kondisi korban semakin sulit karena tidak memiliki identitas kependudukan. Dokumen identitas disebut hilang dalam peristiwa kebakaran, sehingga UPTD PPA belum dapat melengkapi seluruh data administrasinya.
Nina berharap kasus tersebut menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kepedulian masyarakat terhadap orang terlantar tidak harus selalu diwujudkan dengan bantuan materi. Tidak menyakiti atau memperlakukan mereka secara tidak manusiawi juga merupakan bentuk kepedulian.
“Kalau kita tidak bisa menolong, setidaknya jangan menyakiti mereka, jangan menimpakan masalah lagi kepada mereka,” tegasnya.
Diketahui, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat saat melakukan giat di lapangan mengamankan seorang wanita RA (45) tahun. Jika dilihat dari kondisi perempuan tersebut memiliki keterbatasan. Namun lebih memprihatinkan wanita yang hampir setengah baya itu dalam kondisi hamil sekitar 3 bulan.
Berdasarkan keterangan korban, dirinya dirudapaksa dari orang yang tidak ia kenal saat tinggal di eks Pasar Mentaya. Kekerasan seksual itu dia terima sebanyak dua kali oleh orang yang sama empat bulan yang lalu. (DEVI/j)
Perempuan Tunawisma Korban Pemerkosaan di Kotim akan Dipantau UPTD PPA
Bagikan:

SAMPIT –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Waka KPK Usulkan Kewenangan Rampas Aset Pejabat Tak Tercantum di LHKPN
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Komentar (0)
Memuat komentar…







