BORNEONEWS, Palangka Raya – Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya bersama Dinas Perikanan Kota Palangka Raya melakukan panen ikan lele dan cabai hasil program pembinaan kemandirian warga binaan, pada Kamis, 1 Oktober 2026 Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan pelatihan keterampilan yang berkelanjutan.
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan di bidang perikanan dan pertanian.
Seluruh proses, mulai dari pemeliharaan hingga pemanenan, dilakukan langsung oleh warga binaan.
Panen ikan lele dilakukan di kolam budidaya yang dikelola dalam program tersebut, sedangkan cabai dipanen dari lahan pertanian yang turut dirawat oleh warga binaan. Hasil yang diperoleh tidak sekadar memberikan pengalaman praktis, tetapi juga menghasilkan produk yang bernilai ekonomi.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Hani Anggraeni, mengapresiasi dukungan Dinas Perikanan Kota Palangka Raya beserta jajarannya.
"Panen lele dan cabai ini menjadi hasil nyata dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk lebih mandiri dan produktif," ujarnya.
Melalui pembinaan di bidang perikanan dan pertanian, Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya terus mendorong warga binaan agar mampu membangun kemandirian serta menghasilkan karya yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
"Program ini diharapkan dapat membantu mereka mempersiapkan masa depan yang lebih baik saat kembali ke masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/j)









