BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) tetap menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 meski kondisi udara di Sampit masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Upacara digelar di halaman Kantor Pemkab Kotim, Kamis, 1 Oktober 2026. Sejumlah peserta terlihat mengenakan masker selama mengikuti rangkaian upacara sebagai perlindungan dari paparan asap.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tetap dilaksanakan karena kondisi kabut asap pada saat upacara pukul 08.00 WIB masih memungkinkan kegiatan dilakukan di luar ruangan.
"Hari ini tadi kita melaksanakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang setiap tahun dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober. Walaupun kondisi cuaca kita sebenarnya masih dalam kondisi yang masih kurang baik, tetapi masih bisa melaksanakan upacara," kata Halikinnor.
Menurutnya, lokasi pelaksanaan upacara dapat dipertahankan di luar ruangan karena kabut asap saat itu belum terlalu pekat. Namun, pemerintah daerah tetap mempertimbangkan kondisi udara dalam menentukan tempat pelaksanaan kegiatan.
Jika kondisi kabut asap jauh lebih tebal dan mengganggu kesehatan maupun jarak pandang, upacara dapat dipindahkan ke dalam ruangan.
Halikinnor menegaskan pelaksanaan upacara tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila serta para pahlawan yang memperjuangkan bangsa Indonesia.
"Kecuali hanya betul-betul kabut asap, mungkin kita di ruangan melaksanakannya. Karena kita harus melaksanakan peringatan itu bentuk penghormatan terhadap para pahlawan," katanya.
Ia menyampaikan Pancasila telah melalui berbagai tantangan dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tetapi tetap menjadi dasar yang menyatukan masyarakat.
"Karena Pancasila ini diuji dengan segala macam, tapi tetap eksis. Makanya itu dilaksanakan peringatan bentuk penghormatan terhadap Pancasila. Karena Pancasila itulah yang mempersatukan rakyat Indonesia ini," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









