PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya  — Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah mendukung langkah transisi energi berkeadilan dari energi fosil menuju energi baru terbarukan. Dukungan ini disampaikan dalam Rapat Audiensi dan Diskusi bersama Yayasan Upaya Indonesia Damai, yang menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam memastikan proses tersebut berjalan transparan dan berpihak pada masyarakat.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Noor Halim, menyampaikan bahwa peralihan energi tidak boleh hanya sekadar mengganti sumber energi, tetapi harus memastikan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Transisi energi berkeadilan dimaknai sebagai proses yang memastikan partisipasi masyarakat, perlindungan kelompok rentan, serta keberlanjutan lingkungan," ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Forum ini menegaskan peran penting Civil Society Organization (CSO) sebagai mitra strategis dalam advokasi kebijakan, edukasi publik, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat tapak.

Penguatan kapasitas organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi kunci agar transisi energi benar-benar berjalan transparan, partisipatif, dan tidak mengorbankan kepentingan warga setempat.

"Kita ingin energi baru terbarukan di Kalimantan Tengah tidak hanya bersih, tetapi juga adil dan inklusif. Masyarakat harus menjadi bagian dari proses ini, bukan sekadar penonton," tambah Noor Halim.

Sinergi antar-pihak sangat diperlukan agar kebijakan energi yang diambil benar-benar membawa manfaat luas dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan terbangun sinergi multi-pihak antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Langkah ini penting untuk mendorong kebijakan energi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berkeadilan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.

"DLH Kalteng terus membuka ruang diskusi dan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat. Bersama-sama, kita wujudkan transisi energi yang berkeadilan demi masa depan Kalimantan Tengah yang lebih baik," pungkasnya. (PATHUR/j)