BORNEONEWS, Palangka Raya – Pembayaran honor bagi relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Palangka Raya hingga kini belum seluruhnya tuntas.
Anggota DPRD Palangka Raya, Rusdiansyah, mengatakan pembayaran baru dilakukan untuk tahap pertama, sedangkan sejumlah relawan masih menunggu pencairan tahap berikutnya.
“Pembayaran relawan baru tahap pertama, sedangkan tahap selanjutnya belum. Masih banyak relawan yang belum dibayar,” kata Rusdiansyah, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurutnya, para relawan telah bekerja langsung di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah sehingga hak mereka perlu segera mendapatkan kepastian.
Ia menilai keterlambatan pembayaran tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terutama karena para relawan menjadi salah satu unsur penting dalam penanganan Karhutla.
Meski demikian, Rusdiansyah mengingatkan seluruh penggunaan anggaran harus tetap memiliki dasar administrasi dan pertanggungjawaban yang jelas.
“Sekecil apa pun pasti ada laporannya kepada kami. Karena ini menyangkut anggaran dan pertanggungjawaban, semuanya harus jelas,” ujarnya.
Ia juga menyinggung adanya anggaran sekitar Rp2 miliar yang sebelumnya masuk dalam pembahasan untuk mendukung penanganan Karhutla.
Namun, anggaran tersebut masih berproses karena belum melalui tahapan pengesahan dan evaluasi gubernur.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mempercepat proses penganggaran dan administrasi sesuai mekanisme yang berlaku.
Di sisi lain, pembayaran kepada relawan yang sudah menjalankan tugas diminta tetap menjadi perhatian agar tidak menimbulkan persoalan baru.
“Yang penting sekarang bagaimana prosesnya bisa dipercepat sesuai aturan. Relawan sudah bekerja, sementara masih banyak yang belum menerima pembayaran. Tetapi semua tetap harus didukung administrasi dan laporan yang lengkap,” tegas Rusdiansyah.
Ia berharap penyelesaian pembayaran dapat segera dilakukan setelah seluruh persyaratan anggaran dan administrasi terpenuhi. (MARINI/j)









