BORNEONEWS, Palangka Raya – Peran DPRD Palangka Raya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) disebut tidak hanya terbatas pada pembahasan dan pengawasan anggaran.
Sejumlah pimpinan dan anggota DPRD turut mendorong penanganan melalui koordinasi dengan berbagai institusi, termasuk memberikan dukungan langsung terhadap kegiatan di lapangan.
Anggota DPRD Palangka Raya, Rusdiansyah, mengatakan pimpinan dewan juga aktif membangun komunikasi lintas institusi untuk memperkuat penanganan Karhutla.
“Banyak yang dilakukan pimpinan DPRD, termasuk melakukan kerja sama dengan institusi lain. Kita juga banyak mendesak untuk penanggulangan Karhutla,” kata Rusdiansyah, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia mengatakan kontribusi anggota DPRD tidak selalu ditampilkan di ruang publik.
Sebagian anggota memilih turun langsung membantu kegiatan penanganan, sementara sebagian lainnya menyampaikan aktivitas tersebut melalui media.
“Sebagian teman-teman ada yang membantu langsung ke lapangan. Ada yang mempublikasikan ke media, ada juga yang tidak,” ujarnya.
Menurut Rusdiansyah, peran DPRD perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari fungsi pengawasan, pengawalan kebijakan dan anggaran, hingga mendorong koordinasi agar penanganan di lapangan berjalan lebih cepat.
Ia menilai Karhutla merupakan persoalan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena dampaknya menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Pemerintah, DPRD, aparat, relawan, dunia usaha dan masyarakat dinilai harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, terutama ketika kebakaran dan kabut asap mulai mengganggu aktivitas warga.
Rusdiansyah berharap upaya penanganan tidak berhenti setelah kondisi Karhutla mereda.
Evaluasi menyeluruh tetap diperlukan untuk mengetahui kekurangan dalam penanganan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran berikutnya.
“Yang paling penting bagaimana kita bersama-sama melakukan penanggulangan. DPRD tetap menjalankan fungsi pengawasan dan mendorong pemerintah supaya penanganan Karhutla benar-benar menjadi perhatian,” pungkasnya. (MARINI/j)









