PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Angkasa Pura Indonesia memastikan seluruh aktivitas penerbangan tetap menyesuaikan kondisi aktual di lapangan dengan mengutamakan aspek keselamatan.

Humas Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut, Andi Wiguna, mengatakan jarak pandang menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan apakah penerbangan dapat diberangkatkan maupun mendarat.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Setiap keputusan operasional dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi visibility atau jarak pandang dan batas minimum operasional penerbangan,” kata Andi, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pengelola bandara terus memantau kondisi jarak pandang secara berkala dan berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai, ground handling serta pemangku kepentingan lainnya.

Keputusan mengenai keberangkatan, kedatangan, keterlambatan maupun pembatalan penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi cuaca dan ketentuan keselamatan yang berlaku.

Pada Rabu, 30 September 2026, kabut asap sempat membuat jarak pandang di sekitar Bandara Tjilik Riwut turun cukup drastis.

Jarak pandang terendah tercatat hanya sekitar 300 meter dan terjadi beberapa kali pada rentang pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Kondisi tersebut berada di bawah batas minimum operasional untuk sejumlah penerbangan.

Jarak pandang kemudian berangsur membaik menjadi 1.000 meter pada pukul 14.00 WIB, 1.500 meter pada pukul 15.00 WIB, hingga mencapai sekitar 6.000 meter pada pukul 19.00 WIB.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah penerbangan terdampak.

Garuda Indonesia GA 550 rute Jakarta-Palangka Raya dibatalkan karena jarak pandang berada di bawah batas minimum.

Sementara Lion Air JT 680 rute Surabaya-Palangka Raya mengalami keterlambatan dan baru tiba pukul 16.38 WIB dari jadwal semula pukul 14.45 WIB.

Batik Air ID 6200 rute Jakarta-Palangka Raya juga mengalami keterlambatan karena menunggu kondisi jarak pandang memenuhi batas minimum operasional.

Keterlambatan penerbangan yang tiba di Palangka Raya turut berdampak pada jadwal lanjutan.

Lion Air JT 681 rute Palangka Raya-Surabaya dan Batik Air ID 6201 rute Palangka Raya-Jakarta harus mengalami penyesuaian waktu keberangkatan.

Angkasa Pura mengimbau calon penumpang terus memantau informasi terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara.

Penumpang juga diminta memperhitungkan kemungkinan perubahan jadwal selama kondisi kabut asap masih memengaruhi jarak pandang.