PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Nilai Tukar Petani atau NTP Kalimantan Tengah tidak hanya mengalami peningkatan pada September 2026, tetapi juga menempati urutan ketiga tertinggi di Pulau Kalimantan.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, menyampaikan dalam rilis Berita Resmi Statistik, Kamis, 1 Oktober 2026, NTP Kalteng September 2026 mencapai 141,05, naik 1,09 persen dibandingkan Agustus 2026.

"Untuk wilayah Kalimantan, Kalteng menempati urutan ketiga untuk nilai tukar petani pada September 2026," ujar Taufiqurrahman.

Berdasarkan perkembangan antarprovinsi di Pulau Kalimantan, terdapat tiga provinsi yang mencatat kenaikan NTP selama September 2026. Selain Kalteng yang naik 1,09 persen, NTP Kalimantan Selatan meningkat 1,92 persen dan Kalimantan Timur 0,81 persen.

Sebaliknya, NTP Kalimantan Barat turun 1,50 persen, sedangkan Kalimantan Utara mengalami penurunan 0,06 persen.

Dari sisi level NTP, Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan NTP tertinggi, yakni mencapai 177,68. Posisi berikutnya Kalimantan Selatan, kemudian Kalimantan Tengah dengan NTP 141,05.

Sementara itu, Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan NTP terendah, yakni sebesar 117,34.

Pola yang hampir sama terlihat pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP). Tiga provinsi mengalami peningkatan, yakni Kalimantan Selatan sebesar 2,26 persen, Kalimantan Tengah 1,18 persen, dan Kalimantan Timur 1,17 persen.

Sementara NTUP Kalimantan Barat turun 0,74 persen dan Kalimantan Utara turun 0,32 persen.

Untuk level NTUP, Kalimantan Barat juga menjadi yang tertinggi dengan nilai 183,71, sedangkan Kalimantan Utara terendah sebesar 120,12. Adapun Kalteng dengan NTUP 144,50 berada di urutan ketiga se-Kalimantan.

Pergerakan tersebut menunjukkan posisi Kalteng pada September 2026 berada di tengah dinamika nilai tukar sektor pertanian di kawasan Kalimantan. Kenaikan NTP maupun NTUP Kalteng terutama ditopang perbaikan nilai tukar pada seluruh subsektor pertanian. (TESTI PRISCILLA/H)