KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong meletakkan batu pertama pembangunan rumah khusus dari Pemerintah Pusat di Desa Tumbang Sepan, Kecamatan Manuhing, Selasa, 29 September 2026.

"Ada sebanyak 50 kepala keluarga (KK) penerima manfaat merupakan warga terdampak bencana alam tergerusnya/abrasi daerah aliran Sungai Manuhing," kata Jaya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Bencana ini telah mengakibatkan beberapa rumah warga di pinggiran sungai mengalami kerusakan berat bahkan hanyut terbawa arus.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas sejak tahun 2017 telah secara intensif mengajukan proposal usulan pembangunan Rumah Khusus kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakvat (PUPR)-yang saat ini telah bertransformasi menjadi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

 Setelah melalui proses pengawalan, verifikasi, dan perjuangan yang cukup panjang tersebut,  kata Jaya akhirnya pada tahun 2026 ini aspirasi masyarakat Desa Tumbang Sepan resmi direalisasikan.

"Pembangunan Rumah Khusus yang kita mulai beberapa waktu lalu bukanlah proses yang instan, melainkan buah dari perjuangan panjang dan bentuk kehadiran pemerintah dalam merespons kejadian yang dialami oleh warga masyarakat kita," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesi dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

 Melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan yang membawahi Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman akan memulai proses pembangunan 50 Unit Rumah Khusus Tumbang Sepan.

Dukungan Pemerintah Pusat bagi Kabupaten Gunung Mas tidak hanya terwujud dalam pembangunan 50 unit rumah khusus di Desa Tumbang Sepan, tetapi juga melalui Program Bedah Rumah (BSPS) yang pada tahun ini mengalokasikan bantuan sebanyak 227 unit yang tersebar di wilayah Kabupaten Gunung Mas. (RISKA YULYANA/y)