PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah masih menunjukkan kinerja positif sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Nilai ekspor Kalteng mencapai US$2,37 miliar, sementara impor hanya US$18,89 juta.

Kondisi tersebut membuat Kalteng mencatat surplus perdagangan luar negeri sebesar US$2,35 miliar selama delapan bulan pertama 2026.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, menyampaikan perkembangan tersebut dalam rilis Berita Resmi Statistik BPS Kalteng, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, nilai ekspor Kalteng pada Januari-Agustus 2026 mencapai US$2.373,14 juta. Angka tersebut meningkat 3,25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Kinerja ekspor Kalimantan Tengah pada Januari sampai Agustus 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Taufiqurrahman dalam pemaparan BPS.

Ekspor Kalteng masih ditopang sejumlah komoditas utama, terutama batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, lignit, karet remah, kayu lapis, tanaman tahunan lainnya, bungkil dan residu, bijih zirconium, niobium dan tantalum, serta zirconium silikat.

Dari sisi pasar, Jepang, Tiongkok dan India menjadi tiga negara tujuan utama ekspor Kalteng selama Januari-Agustus 2026. Ketiga negara tersebut menjadi pasar penting bagi berbagai komoditas yang dihasilkan dari Kalteng.

Berbeda dengan ekspor, nilai impor Kalteng justru mengalami penurunan. Sepanjang Januari-Agustus 2026, impor tercatat US$18,89 juta, turun 24,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komoditas yang paling banyak diimpor antara lain mesin untuk keperluan khusus, hasil minyak, tangki, tandon air dan wadah dari logam, serta pupuk. Sementara negara asal impor utama Kalteng adalah Malaysia, Singapura dan Rusia.

Besarnya selisih antara ekspor dan impor membuat neraca perdagangan Kalteng tetap berada pada posisi surplus. BPS mencatat surplus perdagangan luar negeri Kalteng Januari-Agustus 2026 mencapai US$2.354,25 juta.

Dengan kata lain, nilai barang yang dijual Kalteng ke pasar luar negeri sepanjang delapan bulan 2026 jauh lebih besar dibandingkan nilai barang yang dibeli dari luar negeri. Kondisi ini menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Kalteng masih sangat kuat dari sisi ekspor.

Namun, besarnya surplus tersebut juga tidak terlepas dari struktur ekspor Kalteng yang masih didominasi komoditas sumber daya alam, seperti batu bara, sawit, produk kehutanan, karet dan mineral.

Bagi perekonomian daerah, perkembangan ekspor tersebut menjadi salah satu indikator penting karena menunjukkan masih adanya permintaan pasar internasional terhadap komoditas asal Kalimantan Tengah.

Sementara itu, nilai ekspor Kalimantan Tengah sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai US$2,37 miliar. Angka tersebut naik 3,25 persen dibanding periode yang sama 2025 yang mencapai US$2,30 miliar. Namun, jika dilihat khusus pada Agustus 2026, kinerja ekspor Kalteng justru mengalami penurunan. Nilai ekspor Agustus tercatat US$215,84 juta, turun dari US$275,95 juta pada Juli 2026.

"Secara kumulatif Januari sampai Agustus 2026, ekspor Kalimantan Tengah meningkat 3,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Taufiqurrahman.

(TESTI PRISCILLA/y)