JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Petembak Indonesia Dewa Putu Yadi Suteja harus puas menempati posisi lima nomor 25 meter Rapid Fire tunggal putra Asian Games 2026 setelah melakoni babak final di Aichi Prefectural General Shooting Gallery, Toyota, Jepang, Kamis.

Pada babak final, Dewa mampu mencetak 18 poin dan berada di bawah petembak Lee Gunhyeok (Korea Selatan), Su Lianbofan (China), Ghulam Mustafa Bashir (Pakistan), dan Pham Quang Huy (Vietnam).

Lee Gunhyeok mampu mengamankan medali emas berkat skor 32 sehingga menempati posisi pertama, sedangkan medali perak menjadi milik Su Lianbofan yang sama memiliki skor 32, lalu medali perunggu diamankan Ghulam Mustafa Bashir dengan skor 22.

Dewa menempati peringkat lima babak final 25 meter Rapid Fire dengan total poin 18, unggul atas Yoon Seoyeong (Korea Selatan), Anish (India), dan Nikita Chiryukin (Kazakhstan).

Dewa berhasil melangkah ke babak final setelah menjadi satu dari delapan petembak yang lolos dari babak kualifikasi 25 meter Rapid Fire tunggal putra.

Pada babak kualifikasi, Dewa berhasil menciptakan poin 576-16x dan berhak melaju ke final bersama tujuh petembak lainnya.

Sementara itu, dua petembak Indonesia lainnya yaitu Aris Febrianto dan Muhammad Fawwaz Aditia tidak mampu lolos dari babak kualifikasi karena gagal mencetak skor yang lebih baik.

Meski gagal mendapatkan medali pada kategori individu, tim nasional Indonesia sebelumnya berhasil mendapatkan medali perunggu pada nomor 25 meter Rapid Fire.

Indonesia yang diperkuat Aris Febrianto, Dewa Putu Yadi Suteja, dan Muhammad Fawwaz Aditia Farrel mengumpulkan total poin 1.720-36x.

Sementara, medali emas didapatkan oleh tim Korea Selatan yang diperkuat Yoon Seoyeong, Song Jong-ho, dan Lee Gunhyeok. Mereka mencetak total poin 1749-64x.

Tim China yang diperkuat oleh Su Lianbofan, He Shiyu dan Yang Yuhao meraih medali perak dengan mengemas total poin 1740-53x.

ANTARA