SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga dan pelaku usaha di Jalan Tjilik Riwut serta Jalan DI Panjaitan, Sampit, mendukung pembangunan drainase yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan genangan dan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras.

Marsha, warga yang biasa berjualan di Jalan Tjilik Riwut, mengaku senang dengan adanya pembangunan drainase tersebut. Menurutnya, genangan air menjadi persoalan yang cukup mengganggu aktivitas pengguna jalan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

"Di sini kalau hujan air memang menggenang. Apalagi kalau deras hujannya, air lambat surut bisa sampai 2 hari baru surut," ujar Marsha, Kamis, 1 Oktober 2026.

Ia mengatakan genangan memang tidak sampai masuk ke depan ruko tempatnya berjualan. Namun, kondisi tersebut tetap mengganggu karena Jalan Tjilik Riwut merupakan salah satu ruas yang padat dilalui kendaraan.

"Memang tidak sampai masuk ke depan ruko, tapi jalan ini sangat padat apalagi saat ada banjir atau genangan yang lambat surut drainase tersumbat pasti mengganggu pengguna jalan," imbuhnya.

Marsha mengakui pembangunan drainase untuk sementara berdampak terhadap akses ke tempat usahanya. Galian dan keberadaan alat berat membuat kendaraan pelanggan, khususnya mobil, belum dapat masuk dan parkir seperti biasanya karena jalan ditutup.

"Memang adanya pembangunan ini toko kami agak kesulitan parkir mobil, tidak bisa masuk karena ada galian dan alat berat. Tapi kami sudah menyampaikan ke pelanggan melalui media sosial bahwa kendaraan tidak bisa masuk," tuturnya.

Sementara itu, Nanik, pemilik toko kelontong di Jalan DI Panjaitan, mengatakan pekerjaan pembangunan drainase tidak sampai mengganggu aktivitas penjualan di tokonya.

Ia menyebut, pekerja menyediakan titian kayu sehingga pelanggan tetap dapat melewati area pekerjaan untuk masuk ke toko.

"Pembangunan drainase tidak mengganggu penjualan kami. Mereka menyiapkan titian kayu jadi pembeli tetap bisa masuk toko," kata Nanik.

Ia mengakui arus lalu lintas di sekitar lokasi pembangunan menjadi sedikit tersendat. Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai konsekuensi sementara dari pembangunan yang diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

"Meski memang lalu lintas tersendat, kami memaklumi ada pembangunan yang akan membuat tidak banjir lagi. Semoga cepat selesai," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)