PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Keselamatan atlet menjadi perhatian utama menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov XIII Kalimantan Tengah 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat. Penundaan jadwal yang dilakukan panitia tidak hanya berdampak terhadap agenda pertandingan, tetapi juga menjadi momentum memastikan perlindungan seluruh peserta.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Kalteng, Sugianto, mengingatkan setiap kontingen agar memastikan atlet, pelatih dan pendamping memperoleh perlindungan selama mengikuti Porprov. Salah satu yang didorong adalah kepesertaan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami mengimbau seluruh atlet, pelatih, dan pendamping agar dapat didaftarkan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai perlindungan asuransi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan selama gelaran Porprov,” kata Sugianto saat mengunjungi Koni Kalteng pada Kamis sore, 1 Oktober 2026.

Imbauan tersebut disampaikan di tengah penundaan pelaksanaan Porprov yang sebelumnya dijadwalkan mulai 2 Oktober. Ketua Harian KONI Kalteng Hasanuddin Noor menyebut keputusan penundaan diambil dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap akibat karhutla yang melanda wilayah Kalimantan Tengah.

Menurut Hasanuddin, kabut asap yang tebal berisiko terhadap kesehatan atlet dan pelatih apabila pertandingan tetap dipaksakan. Penundaan diharapkan memberikan waktu hingga kondisi memungkinkan untuk penyelenggaraan pertandingan secara aman.

Di sisi lain, penundaan juga memberikan tambahan waktu bagi daerah untuk mematangkan kekuatan atletnya. Salah satunya Kabupaten Kapuas yang telah menyiapkan 500 atlet untuk bertanding pada 32 cabor dan dua cabor eksibisi.

Sugianto juga menyoroti peta persaingan di sejumlah cabor. Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai tuan rumah disebut telah melakukan pembinaan cukup intensif, salah satunya pada cabang olahraga bulu tangkis.

Menurut Sugianto, Kobar bahkan menitipkan atlet-atlet potensial ke sejumlah klub ternama di Pulau Jawa. Selain itu, terdapat atlet yang difasilitasi untuk menempuh pendidikan di luar daerah sebelum nantinya membela Kobar dalam Porprov.

Kondisi tersebut menunjukkan persaingan Porprov XIII tidak hanya ditentukan oleh jumlah atlet yang dikirim masing-masing daerah. Program pembinaan, jam terbang atlet, dukungan fasilitas dan kesiapan teknis menjadi bagian penting yang akan terlihat ketika pertandingan berlangsung.

Sementara itu, pengurus KONI Kalteng Rasad Samuel mengatakan penundaan otomatis membuat jadwal pertandingan seluruh cabor yang sebelumnya telah disusun harus disusun ulang. Karena itu, setiap kontingen diminta terus berkoordinasi dengan panitia agar perubahan jadwal tidak mengganggu persiapan dan seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dalam kondisi yang lebih aman. (TESTI PRISCILLA/H)