SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seekor anak bekantan dilaporkan terpisah dari induk dan kawanannya saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sekitar Jembatan Sungai Sampit, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Anak bekantan tersebut ditemukan saat proses pemadaman karhutla pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. BKSDA Pos Sampit menerima laporan terkait keberadaan satwa dilindungi itu sekitar pukul 23.00 WIB.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan laporan tersebut disampaikan Damang Bagendang dan Sekretaris Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

Berdasarkan informasi awal, terdapat induk dan rombongan bekantan di sekitar lokasi sebelum anak tersebut ditemukan sendirian.

"Malam kemarin, Kamis, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 11 malam saya mendapatkan laporan dari Damang Bagendang dan Sekcam Mentaya Hilir Utara bahwa ditemukan 1 ekor anak bekantan saat pemadaman kebakaran lahan di sekitaran jembatan Sungai Sampit," kata Muriansyah, Jumat, 2 Oktober 2026.

Ia berencana mendatangi lokasi pada Jumat sore untuk memastikan kondisi anak bekantan sekaligus melihat kemungkinan induk atau rombongannya masih berada di sekitar kawasan tersebut.

Menurut informasi yang ia terima dari Damang Bagendang, anak bekantan tersebut diduga terpisah dari kelompoknya akibat kondisi kebakaran lahan yang terjadi di habitatnya.

"Memang berdasarkan laporan itu, ada induk dan rombongannya di sekitar lokasi temuan anak bekantan. Mungkin karena kebakaran lahan, akhirnya terpisah," ujarnya.

Muriansyah mengatakan Damang Bagendang mengusulkan menempatkan anak bekantan di tanah di sekitar lokasi penemuan apabila induk atau rombongannya kembali. Langkah tersebut diharapkan memungkinkan induk mengenali dan membawa kembali anaknya.

"Usulan dari Damang kalau ada induk atau rombongannya kembali ke lokasi, anak bekantan akan ditaruh di tanah dengan harapan diambil induk atau rombongannya," jelas Muriansyah.

Namun, apabila hingga dilakukan pengecekan induk maupun rombongan bekantan tidak kembali, BKSDA Pos Sampit akan mengambil langkah penyelamatan dengan membawa anak bekantan tersebut ke Sampit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Tetapi jika induk atau rombongannya tidak datang ke lokasi lagi, anak bekantan tersebut akan saya ambil dan bawa ke Sampit," katanya.

Muriansyah menambahkan, berdasarkan keterangan damang, kawasan di sekitar tepian Sungai Sampit memang dikenal sebagai habitat bekantan. Rombongan bekantan cukup sering terlihat di kawasan tersebut.

"Berdasarkan keterangan Damang, sekitaran tepi Sungai Sampit memang habitat bekantan. Sering terlihat rombongan bekantan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)