JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) oleh Polri selama Operasi Aman Nusa II periode Juli hingga September 2026.

Sebanyak 3.343 personel Polda Kalimantan Tengah dikerahkan dalam operasi tersebut, didukung pemantauan titik api berbasis data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat respons di lapangan.

Kabag Pulahjianta Polri, Kombes Pol Erwin Sinaga, mengatakan data satelit yang masuk ke sistem pemantauan menjadi dasar bagi personel untuk melakukan pengecekan langsung melalui patroli darat maupun udara.

“Mekanisme penanganan kami dimulai dari pengiriman data satelit ke dashboard dan Crisis Monitoring Center. Kemudian, personel diperintahkan melakukan pengecekan melalui patroli darat dan udara,” kata Erwin dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta dikutip Jumat, 2 Oktober 2026.

Apabila patroli menemukan titik api, personel langsung melakukan pemadaman dan melaporkan perkembangan penanganannya setiap hari melalui aplikasi Daily Operating Reporting System (DORS).

“Jika ditemukan api, dilakukan pemadaman dan dilaporkan harian melalui aplikasi DORS,” ujarnya.

Erwin mengatakan pola tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat deteksi dan respons terhadap Karhutla sebelum api meluas.

Selain teknologi pemantauan, Polri juga membentuk satuan tugas, meningkatkan patroli rutin, memberikan edukasi kepada masyarakat hingga melakukan penegakan hukum.

“Upaya kami meliputi pembentukan satgas, peningkatan deteksi dini, patroli rutin, hingga penegakan hukum secara tegas dan keras tanpa kompromi terhadap siapa pun,” katanya.

Dalam Operasi Aman Nusa II, Polda Kalteng menjadi salah satu jajaran dengan pengerahan personel cukup besar, yakni 3.343 orang.

Sementara Polda Riau mengerahkan 4.764 personel, Polda Kalimantan Timur 1.821 personel, Polda Kalimantan Barat 1.611 personel ditambah 300 personel BKO Brimob, Polda Sumatera Selatan 1.000 personel, Polda Jambi 873 personel, dan Polda Kalimantan Selatan 778 personel.

Polri juga mengerahkan 403 personel dari Lemdiklat Polri yang terdiri dari Sespimti, Sespimmen dan Setukpa ke sejumlah polda selama 25 hari untuk membantu kegiatan edukasi kepada masyarakat.

Selain personel, alat material khusus juga telah didistribusikan ke seluruh polda yang menjadi wilayah prioritas Karhutla.

Erwin menegaskan penanganan Karhutla tidak hanya difokuskan pada pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi.

Deteksi dini melalui satelit, patroli lapangan, edukasi masyarakat serta penegakan hukum menjadi bagian penting untuk menekan risiko kebakaran sejak awal.

ANTARA