BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan BI untuk tujuh provinsi yang terdampak karhutla, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan bantuan yang diberikan diarahkan untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla sekaligus membantu masyarakat yang terdampak bencana asap.
“Dukungan yang diberikan meliputi penguatan sarana operasional pemadaman, perangkat medis untuk penanganan gangguan pernapasan, penyelenggaraan Posko Layanan Kesehatan Gratis, serta dukungan ketahanan pangan bagi keluarga terdampak,” kata Yuliansah, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan sinergi BI bersama pemerintah daerah serta mitra kerja dalam menghadapi dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.
Untuk wilayah Kalteng, kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalteng. Pelaksanaannya dilakukan melalui sinergi dengan sejumlah mitra kerja daerah.
Adapun mitra yang terlibat antara lain BPBD Provinsi Kalteng, BPBD Kota Palangka Raya, Lurah Kelampangan, serta Lurah Kameloh Baru. Sinergi tersebut diarahkan agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat dan mendukung upaya penanganan di lapangan.
Yuliansah menambahkan, dukungan terhadap penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman, tetapi juga mencakup aspek kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat.
"Melalui bantuan tersebut, BI berharap kebutuhan dasar warga terdampak dapat ikut diperkuat selama penanganan karhutla berlangsung," pungkasnya. (MARINI/j)









