JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mendapat penguatan dukungan personel dari Kementerian Kehutanan.

Kemenhut menyiagakan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk diperbantukan apabila dibutuhkan, melengkapi 2.579 personel Manggala Agni yang saat ini aktif menangani Karhutla bersama BNPB, TNI dan Polri.

Kasubdit Pencegahan Kebakaran Hutan Kemenhut, Hariyanto, mengatakan tambahan personel tersebut disiapkan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.

“Selain mengerahkan 2.579 personel Manggala Agni yang aktif di lapangan, sesuai arahan Bapak Menteri, kami juga menyiagakan 5.000 ASN Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan jika dibutuhkan,” kata Hariyanto dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta dikutip Jumat, 2 Oktober 2026.

Saat ini Manggala Agni tercatat menangani 67 kejadian Karhutla di sejumlah wilayah rawan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kejadian telah berhasil dipadamkan, sedangkan 37 lainnya masih dalam proses penanganan.

Karhutla yang masih ditangani tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan dan Jambi.

Kalteng sendiri sebelumnya telah ditetapkan sebagai salah satu provinsi prioritas dalam penguatan penanganan Karhutla bersama Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan dan Jambi.

Penguatan personel juga dilakukan dengan mengerahkan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta Kepulauan Seribu ke wilayah Kalimantan untuk membantu operasi pemadaman.

Selain sumber daya manusia, Kemenhut menyiapkan 31.806 unit sarana dan prasarana, perlengkapan pribadi, logistik serta perlengkapan regu untuk menunjang operasi di lapangan.

Hariyanto mengatakan pemerintah turut memanfaatkan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai bagian dari strategi penanganan Karhutla.

TNI, Polri dan instansi terkait tercatat telah melaksanakan lima kali OMC dan tetap menyiapkan operasi lanjutan apabila kondisi atmosfer memungkinkan.

Dari sisi pencegahan, Kemenhut juga menargetkan pembentukan tambahan 500 kelompok Masyarakat Peduli Api beserta perlengkapannya hingga akhir 2026.

Penguatan kesiapsiagaan dilakukan di tengah tren penurunan titik panas.

“Secara keseluruhan, per 30 September terjadi penurunan dari 694 titik panas pada 29 September menjadi 270 titik panas berdasarkan satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA-20 dari NASA dengan tingkat kepercayaan tinggi,” ujar Hariyanto.

Secara nasional, jumlah titik panas juga tercatat turun menjadi sekitar 680 titik pada 30 September 2026.

Kemenhut menegaskan penguatan personel, kesiapan peralatan, OMC dan pelibatan masyarakat terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah perluasan Karhutla di wilayah rawan, termasuk Kalimantan Tengah.

ANTARA