BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua unit ambulan Puskesmas Sungai Rangit, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi sasaran amukan warga yang kecewa karena tidak terpenuhinya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama tersebut, Senin (16/1/2017).

Pimpinan Puskesmas Sungai Rangit, Abed Nego menjelaskan, dua kendaraan ambulan di puskesmasnya, pada Senin (16/1/2017) sore, diketahui mengalami kerusakan cukup parah di bagian kaca samping dan belakang. Perusakan ambulan itu diduga akibat tenaga medis yang dianggap mengabaikan dua korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang dibawa berobat ke puskesmas tersebut.

Hal tersebut disimpulkan dari adanya permintaan pihak keluarga korban kecelakaan, terkait bantuan transportasi ambulan. Diduga, dua ambulan tersebut dirusak oleh pihak tertentu, yang salah paham dan tidak sabar menunggu prosedur pengopeasian dua ambulan yang masih diproses oleh pihak puskesmas.

"Saat itu saya sedang tidak berada di puskesmas, yang ada di puskesmas saat itu Pak Jaenudin atau Pak Jejen panggilannya. Nah, karena bukan dia yang mengurusi soal ambulan. Dia tidak bisa memberi keputusan terkait permintaan bantuan ambulan itu. Tapi dia menghubungi orang yang mengurusi ambulan namun belum sempat selesai urusan, ambulan itu malah dirusak," kata Abed Nego saat dihubungi Borneonews, Senin (16/1/17).

Abed Nego mengaku tidak mengetahui siapa pelaku perusakan dua kendaraan ambulan puskesmasnya itu. Namun Abed Nego mengaku telah menginformasikan dugaan perusakan dua ambulan itu kepada pihak kepolisian Sektor Kumai.

Dihubugni terpisah, Kapolsek Kumai, AKP Henry menyatakan, informasi dugaan perusakan dua kendaraan ambulan di Puskesmas Sungai Rangit sudah diterima. Namun, hingga Senin petang, belum ada laporan resmi dari pihak Puskesmas Sungai Rangit.

Dugaan perusakan ambulan itu saat ini tengah diperiksa lebih lanjut oleh sejumlah anggota Polsek Kumai, yang turun ke lokasi kejadian perkara. "Belum (ada laporan resmi), infonya dari pihak puskesmas, baru meluncur ke Polsek. Mungkin sudah sampai. Saya belum tahu kronologisnya. Karena belum diperiksa anggota, apa penyebabnya. Nanti saya informasikakan setelah diperiksa," kata AKP Henry. (RADEN ARYO WICAKSONO/B-8)