JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pulang Pisau, Kapuas dan Kotawaringin Barat menjadi tiga kabupaten di Kalimantan Tengah yang masuk dalam rangkaian penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui operasi darat, udara hingga dukungan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hujan telah turun di tiga daerah tersebut di tengah upaya menekan titik api dan kebakaran pada kawasan gambut.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan operasi difokuskan pada titik api aktif, lahan gambut, api bawah permukaan serta wilayah yang berpotensi mengalami perluasan kebakaran.

“Operasi terpadu antara operasi darat maupun operasi udara, baik TMC, terus dioptimalkan dengan prioritas untuk titik-titik api yang masih aktif, lahan gambut, api di bawah permukaan, wilayah dengan potensi penyebaran tinggi, serta bandara dan permukiman,” kata Berton dikutip Jumat, 2 Oktober 2026.

BNPB menyebut dukungan hujan telah terjadi di Pulang Pisau, Kapuas dan Kotawaringin Barat.

Hujan tersebut diharapkan membantu tim gabungan menangani kebakaran, terutama di kawasan gambut yang memiliki karakter api dapat bertahan di bawah permukaan.

Selain Kalteng, hujan juga tercatat turun di sejumlah daerah di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Riau.

Berton mengatakan penanganan Karhutla dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, termasuk keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran dan ketersediaan sumber air.

Untuk mendukung operasi darat, BNPB mengerahkan 58.918 personel di sejumlah provinsi prioritas.

Petugas dibekali berbagai peralatan seperti pompa pemadam, pompa apung, GPS hingga pesawat nirawak atau drone untuk membantu pemantauan dan pemadaman.

Sementara dalam operasi udara, sebanyak 54 pesawat dan helikopter dikerahkan.

Armada tersebut terdiri dari 16 unit untuk patroli dan Teknologi Modifikasi Cuaca serta 38 unit untuk water bombing. Delapan di antaranya merupakan dukungan dari Mabes TNI.

BNPB juga terus memanfaatkan TMC untuk mendorong turunnya hujan apabila kondisi pertumbuhan awan memungkinkan.

Menurut Berton, hujan alami maupun hasil intervensi cuaca menjadi penting karena dapat membantu mengurangi jumlah titik api yang harus ditangani tim di lapangan.

Dukungan tersebut terutama dibutuhkan pada kawasan gambut yang sulit dipadamkan karena api dapat berada di bawah permukaan tanah.

BNPB juga sempat mendapat dukungan tiga helikopter Chinook dari Pemerintah Jepang untuk membantu penanganan Karhutla di Kalimantan. Misi ketiga helikopter tersebut berakhir pada 29 September 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Jepang yang sudah membantu penanganan Karhutla secara khusus di Kalimantan,” kata Berton.

BNPB menegaskan operasi darat dan udara akan terus diselaraskan untuk menjangkau titik api aktif sekaligus mencegah kebakaran meluas ke permukiman, bandara maupun kawasan lainnya.

ANTARA