BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 dengan total pendapatan daerah sebesar Rp1,4 triliun lebih. Angka tersebut meningkat Rp207,02 miliar dibandingkan pagu murni APBD 2026 sebesar Rp1,1 triliun lebih.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan peningkatan pendapatan tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.
“Pendapatan Daerah Kota Palangka Raya pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp1,4 triliun lebih atau bertambah sebesar Rp207,02 miliar dari pagu murni 2026,” kata Achmad Zaini dalam penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2027 pada rapat paripurna Jumat, 2 Oktober 2026.
Dari sisi PAD, Pemko Palangka Raya menargetkan penerimaan sebesar Rp509,4 miliar lebih. Target tersebut meningkat 41,73 persen dibandingkan pagu murni 2026 sebesar Rp359,4 miliar lebih.
Sementara pendapatan transfer ditargetkan sebesar Rp888,5 miliar lebih atau meningkat 6,09 persen dari pagu murni 2026 sebesar Rp837,5 miliar lebih. Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan Rp6,2 miliar atau meningkat 2.644,51 persen dari pagu murni 2026 sebesar Rp226,8 juta lebih.
Untuk belanja daerah, RAPBD 2027 dialokasikan sebesar Rp1,4 triliun lebih atau meningkat Rp194,8 miliar lebih dibandingkan pagu murni 2026 sebesar Rp1,2 triliun lebih. Belanja tersebut terdiri dari belanja operasi, belanja modal, dan belanja tidak terduga.
Belanja operasi dianggarkan Rp1,08 triliun lebih atau meningkat 5,70 persen dari pagu murni 2026 sebesar Rp1,02 triliun lebih. Sedangkan belanja modal mencapai Rp331,4 miliar lebih atau naik 68,75 persen dari Rp196,4 miliar lebih pada pagu murni 2026. Belanja tidak terduga juga naik menjadi Rp6,7 miliar lebih atau meningkat 25,78 persen.
Achmad Zaini menjelaskan, struktur RAPBD 2027 juga memperhitungkan pembiayaan daerah untuk menutup defisit anggaran. Penerimaan pembiayaan bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp37 miliar, sama dengan pagu murni 2026.
Sementara pengeluaran pembiayaan terdiri dari penyertaan modal daerah sebesar Rp17,9 miliar atau meningkat 210,89 persen dari pagu murni 2026 sebesar Rp5,7 miliar lebih, serta pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp1,3 miliar lebih.
"Dengan struktur tersebut, pembiayaan netto RAPBD 2027 dianggarkan Rp17,6 miliar lebih atau turun 40,74 persen dibandingkan pagu murni 2026 sebesar Rp29,8 miliar lebih," tutupnya. (MARINI/j)









