BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebanyak 133 pencari kerja di Kota Palangka Raya mengikuti pelatihan vokasi untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang dilaksanakan selama satu bulan, mulai 30 September hingga 31 Oktober 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya, Amandus Frenaldy, mengatakan para peserta telah melalui proses seleksi sebelum mengikuti pelatihan.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pencari kerja sehingga memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja,” kata Amandus.
Sebanyak 133 peserta mengikuti pelatihan pada 10 bidang kejuruan dengan didampingi 11 instruktur.
Bidang yang tersedia di antaranya pelayanan pelanggan, practical office, fillet welder SMAW, teknisi perawatan AC residensial, servis sepeda motor konvensional, menjahit pakaian dengan mesin, pembuatan produk roti, hingga cabinet making.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi berstandar nasional melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat sebagai bukti penguasaan keterampilan pada bidang masing-masing.
Amandus berharap sertifikasi tersebut dapat memperkuat posisi peserta ketika bersaing di pasar kerja.
Sertifikat kompetensi juga diharapkan menjadi modal bagi peserta yang ingin mengembangkan usaha secara mandiri.
Untuk melihat keberlanjutan program, Dinas Tenaga Kerja melalui UPTD Balai Latihan Kerja Kota Palangka Raya akan melakukan monitoring dan evaluasi setelah pelatihan berakhir.
“Kami berharap pelatihan ini mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, dan berdaya saing sehingga dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan program vokasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter kerja yang profesional.
Menurutnya, peserta harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.
Pemkot Palangka Raya, lanjutnya, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja dan mendorong agar program serupa dapat dilaksanakan secara berkala.
“Semoga kegiatan ini dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, tersertifikasi, dan siap memasuki dunia kerja maupun berwirausaha sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.









