PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menyiapkan anggaran sebesar Rp4,8 miliar dalam APBD Perubahan 2026 untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Palangka Raya, Andri Permana, mengatakan anggaran tersebut terbagi dalam dua alokasi. Sebesar Rp2 miliar disiapkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), sedangkan Rp2,8 miliar lainnya langsung dialokasikan untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya.

“Di perubahan ada Rp4,8 miliar. Rp2 miliar untuk BTT dan Rp2,8 miliar langsung masuk ke BPBD,” kata Andri, Jumat, 2 Oktober 2026.

Namun, realisasi anggaran tersebut masih menunggu proses evaluasi APBD Perubahan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Andri menjelaskan, setelah hasil evaluasi dari provinsi selesai dan proses APBD Perubahan dinyatakan dapat dilaksanakan, anggaran tersebut selanjutnya dapat direalisasikan sesuai peruntukannya.

“Realisasi menunggu hasil evaluasi provinsi. Saat sudah proses, maka langsung ke APBD 2026,” ujarnya.

Alokasi tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat dukungan anggaran terhadap penanganan karhutla, termasuk kebutuhan operasional dan penanggulangan bencana di lapangan.

Dengan adanya tambahan anggaran dalam APBD Perubahan, pemerintah daerah diharapkan memiliki ruang fiskal yang lebih memadai untuk merespons kondisi karhutla hingga akhir 2026. (MARINI/H)