JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Dua bocah perempuan berinisial KI (9) dan CI (8) diduga menjadi korban penculikan di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu, 30 September 2026.

Peristiwa bermula ketika keduanya berangkat dari rumah menuju tempat les di rumah tantenya sekitar pukul 15.15 WIB dengan mengendarai sepeda masing-masing.

Ibu korban, Juli (45), mengatakan perjalanan ke rumah sang tante biasanya hanya memakan waktu sekitar lima menit.

“Biasanya perjalanan cuma lima menit. Tapi setelah setengah jam ditunggu tantenya, anak-anak belum sampai juga,” ujar Juli, Jumat, 2 Oktober 2026.

Keluarga kemudian melakukan pencarian di sepanjang rute yang biasa dilewati kedua anak tersebut.

Tak lama kemudian, sepeda milik KI dan CI ditemukan tergeletak di gang belakang rumah tantenya.

Pencarian kemudian melibatkan keluarga, warga, pengurus RT, RW hingga unsur lingkungan setempat.

“Pertama keluarga dulu nyari. Udah satu jam nggak ketemu, akhirnya lapor RT, lapor RW, LMD semuanya dan mereka saling share. Tapi belum lapor ke polisi,” kata Juli.

Sekitar pukul 17.50 WIB, KI akhirnya ditemukan warga di kawasan Pegadungan, Kalideres.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diturunkan di tepi jalan oleh seorang perempuan yang diduga membawa kedua anak tersebut.

Saat ditemukan, KI disebut dalam kondisi syok dan linglung serta sempat menolak minuman yang diberikan warga.

“Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar, tapi tak terkejar,” ujar Juli.

KI kemudian diantar kembali ke rumah setelah dapat menyebutkan alamat tempat tinggalnya.

Pencarian terhadap CI masih berlanjut hingga akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB korban ditemukan di sebuah rumah kosong di kawasan Gempol Payak, Kalideres, arah Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut keluarga, CI sempat tidak mau berbicara selama hampir satu jam dan hanya memberikan isyarat sebelum akhirnya mulai berkomunikasi di Pos RW setempat.

Berdasarkan cerita kedua anak kepada keluarganya, mereka diduga mendapat intimidasi agar tidak berbicara maupun menerima makanan dan minuman dari orang lain.

“Kata ibu-ibu yang bawa aku, aku nggak boleh ngomong sama orang lain. Kalau diajak ngomong katanya nggak boleh ngomong. Kalau dikasih minum, nggak boleh minum. Nanti diracun,” kata Juli menirukan ucapan anaknya.

Ia menyebut kedua anak menyampaikan cerita yang serupa.

“Dua anak ini sama ngomongnya. Jadi yang bawa dia itu pesannya semuanya sama digituin,” ujarnya.

Keluarga juga menduga pelaku mengambil kalung milik kedua korban.

“Pas kakak diturunin, kalungnya dicopot sama pelaku. Kalau kalung adiknya dicopot pas dibawa pergi lagi,” jelas Juli.

Aksi seorang perempuan yang membonceng kedua korban disebut sempat terekam kamera CCTV. Dalam rekaman tersebut, orang yang diduga pelaku mengenakan jaket, helm dan masker.

Kedua anak kini telah kembali bersama keluarga.

“Semalam sudah dilakukan olah TKP oleh kepolisian. Kami harap pelaku segera ditangkap,” kata Juli.

Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, sebelumnya memastikan polisi telah menurunkan penyidik untuk menangani kasus dugaan penculikan dan perampasan tersebut.

“Anggota sudah ke TKP,” katanya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.

ANTARA