SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor merencanakan penataan Pasar Blauran Sampit dengan konsep pasar tradisional seperti yang dikemas menjadi daya tarik wisata di Melbourne, Australia.

Konsep tersebut disiapkan untuk mempertahankan keberadaan Pasar Blauran sekaligus mengubah kawasan tersebut menjadi ruang yang lebih menarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Halikinnor mengatakan, konsep penataan Pasar Blauran saat ini sedang disusun melalui kolaborasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perdagangan, serta Dinas Perhubungan Kotim.

"Saat ini kemarin itu, saya minta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ramadan dengan Kepala Dinas Perdagangan Muslih, jadi itu sudah dirancang dan termasuk food court itu akan dibuat nanti," kata Halikinnor, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Ide tersebut terinspirasi dari pasar tradisional di Melbourne yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat perdagangan, tetapi juga dikemas sebagai ciri khas daerah dan tujuan kunjungan wisata.

"Karena kalau kita lihat di Australia, di Melbourne itu, justru pasar tradisional itu bisa dikemas, itu bisa jadi ciri khas daerah, itu jadi kunjungan wisata," ujarnya.

Halikinnor mengatakan, konsep tersebut mendapat persetujuan setelah dilaporkan kepadanya. Penataan nantinya tidak menghilangkan karakter lama Pasar Blauran yang selama ini sudah dikenal masyarakat.

Pasar tersebut akan ditata melalui berbagai elemen pendukung, seperti pencahayaan dan desain kawasan agar lebih menarik.

"Itu kolaborasi antara Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, dan Dinas Perhubungan, itu nanti mudah-mudahan di hari jadi Kotawaringin Timur bisa kita resmikan," katanya.

Ia menegaskan Pasar Blauran yang sudah lama ada tetap akan dipertahankan. Namun, kawasan tersebut akan didesain ulang agar memiliki tampilan yang lebih menarik sekaligus memberikan fungsi tambahan bagi masyarakat.

"Jadi nanti Pasar Blauran itu karena kita tahu itu lama, itu kita pertahankan. Tapi kita desain lampunya, kita bentuk bagaimana itu supaya jadi sesuatu yang menarik," ujar Halikinnor.

Selain menjadi pusat aktivitas perdagangan dan kuliner, penataan tersebut diharapkan dapat mengubah suasana kawasan sehingga aktivitas masyarakat semakin ramai dan keberadaan ruang yang berpotensi digunakan untuk kegiatan kriminal dapat diminimalkan.

"Saat ini konsep sedang berjalan. Mudah-mudahan, karena dengan begitu kita supaya itu bisa bermanfaat, otomatis kriminalnya itu bisa hilang. Paling tidak, tidak di situlah dia," tambahnya.

Halikinnor berharap konsep penataan tersebut dapat selesai sesuai rencana sehingga Pasar Blauran bisa diresmikan bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Kotim.

"Ini sedang kita susun programnya. Mudah-mudahan di hari jadi itu bisa sekaligus kita resmikan secara resmi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)