BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Sumatera Utara (USU) terus memperkuat jejaring kerja sama akademik dan riset internasional melalui pelaksanaan Penelitian Kolaborasi Internasional yang dilaksanakan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Wampu, Sumatera Utara. Penelitian ini melibatkan mitra perguruan tinggi dari Malaysia, Turki, dan Lithuania serta mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kegiatan penelitian berlokasi di Desa Telaga, yang merupakan bagian dari wilayah tengah DAS Wampu. Kawasan ini menjadi lokasi penting untuk mengkaji berbagai aspek pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi ekosistem, pemanfaatan lahan, serta keberlanjutan pengelolaan DAS.
Penelitian tersebut diketuai oleh Prof. Dr. Rahmawaty dengan anggota tim peneliti Prof. Abdul Rauf, Dr. Ridahati, Nurulina Sebayang, M.Si., dan Dr. Suranto. Kegiatan ini juga memberikan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa MBKM untuk terlibat dalam proses penelitian lapangan.
Kolaborasi internasional dalam penelitian ini melibatkan sejumlah akademisi dari perguruan tinggi mitra. Dari Universiti Putra Malaysia (UPM) terlibat Prof. M. Hasmadi, dari Ondokuz Maz1s University (OMU), Turki, Prof. Dr. Mehmet Cetin, serta dari Vytautas Magnus University (VMU), Lithuania, Prof. Dr. Vitas Marozas.
"Keterlibatan tiga mitra internasional tersebut diharapkan memperkuat perspektif multidisiplin dalam penelitian DAS Wampu sekaligus membuka peluang pengembangan riset bersama, publikasi internasional, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kapasitas mahasiswa maupun peneliti," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut tim peneliti, pendekatan kolaboratif internasional menjadi penting karena pengelolaan DAS tidak hanya membutuhkan kajian dari satu disiplin ilmu, tetapi juga membutuhkan integrasi pengetahuan mengenai lingkungan, kehutanan, pertanian, sosial masyarakat, teknologi, dan pengelolaan sumber daya alam.
Selain menghasilkan data dan informasi ilmiah, penelitian ini diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap pengelolaan DAS yang lebih berkelanjutan. Keterlibatan mahasiswa MBKM juga menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman akademik berbasis lapangan sehingga mahasiswa dapat memahami secara langsung berbagai persoalan lingkungan dan sosial yang dihadapi masyarakat di wilayah DAS.
"Kegiatan penelitian di Desa Telaga diharapkan menjadi salah satu model kolaborasi riset internasional berbasis wilayah yang menghubungkan perguruan tinggi, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat," katanya lagi.
Hasil penelitian selanjutnya diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan strategi pengelolaan DAS Wampu yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).









