BORNEONEWS, Moskow – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah menewaskan 4.018 orang dari sekitar 8.300 kasus terkonfirmasi yang tersebar di tujuh provinsi.
Data tersebut bersumber dari Institut Nasional Kesehatan Masyarakat Kongo atau INSP dan dilaporkan media setempat Actualite pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Dengan jumlah tersebut, tingkat kematian akibat Ebola mencapai 48,4 persen atau hampir satu dari dua kasus terkonfirmasi.
Sementara itu, sebanyak 2.162 pasien telah dinyatakan sembuh. Data INSP juga mencatat ratusan pasien masih menjalani isolasi atau perawatan.
Tujuh provinsi yang terdampak meliputi Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Bas-Uélé, Haut-Uélé, Tshopo dan Sud-Ubangi.
INSP menegaskan angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah setelah proses konsolidasi, validasi dan harmonisasi data dari wilayah terdampak.
Wabah Ebola di Kongo juga menjadi perhatian regional karena tingginya mobilitas penduduk dan aktivitas lintas batas.
Africa CDC sebelumnya memperingatkan adanya risiko penyebaran ke negara-negara tetangga dan mendorong penguatan surveilans, kesiapsiagaan serta koordinasi lintas negara.
Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi untuk memutus rantai penularan.
Upaya penanganan difokuskan pada deteksi dini, pelacakan kontak, akses cepat terhadap perawatan, perlindungan tenaga kesehatan serta keterlibatan masyarakat.
Wabah tersebut kini menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di kawasan Afrika Tengah, dengan otoritas kesehatan terus berupaya menekan penularan dan mencegah penyebaran lebih luas.
ANTARA









