PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya mencatat tiga kejadian kebakaran yang terjadi pada Jumat, 2 Oktober 2026. Rentetan peristiwa ini menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Disdamkarmat Palangka Raya, Urianinu Napulangit Lundjen, menyampaikan bahwa kejadian pertama dilaporkan pada pukul 04.06 WIB. Sebuah kafe yang berlokasi di Jalan Kerinci, Palangka Raya, dilalap si jago merah.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan dugaan penyebab kebakaran tersebut adalah korsleting listrik, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.

“Kebakaran pertama terjadi dini hari di sebuah kafe di Jalan Kerinci. Dugaan sementara penyebabnya adalah korsleting listrik dan kerugian ditaksir sekitar Rp 500 juta,” ujar Urianinu, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Tak selesai penanganan kejadian pertama, pada pukul 11.32 WIB kembali terjadi kebakaran, kali ini di Jalan Talampe, Palangka Raya. Api menghanguskan sebuah bangunan rumah berukuran 9 kali 6 meter beserta satu bangunan sarang burung walet. Kerugian akibat kejadian kedua ini ditaksir mencapai Rp200 juta.

Belum sempat beristirahat, tim kembali dikerahkan pada pukul 18.38 WIB untuk menangani kebakaran di Jalan Trans Kalimantan, Palangka Raya. Pada kejadian ketiga ini, api berhasil dilokalisir namun telah menghanguskan sebuah bangunan bansau.

Urianinu menegaskan bahwa tingginya frekuensi kebakaran dalam satu hari menjadi perhatian serius bagi pihaknya. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar kebakaran bermula dari kelalaian maupun kurangnya perhatian terhadap kondisi instalasi listrik di bangunan.

Mengingat hal tersebut, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam mencegah kebakaran. Pemeriksaan rutin terhadap usia dan kondisi kabel listrik sangat disarankan guna menghindari risiko arus pendek yang dapat memicu kebakaran.

“Mari kita perhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing. Cek secara berkala kondisi kabel agar terhindar dari korsleting. Pencegahan jauh lebih baik daripada kita harus menanggung kerugian akibat kebakaran,” pungkasnya. (PATHUR/j)