PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kapuas, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Bantuan tidak hanya ditujukan kepada personel yang bertugas di pos lapangan terpadu Karhutla, tetapi juga kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.

Untuk mendukung kebutuhan petugas, GAPKI menyalurkan total 20 paket sembako ke dua poslap terpadu yang berada di Kecamatan Kapuas Murung dan Kecamatan Mantangai. Masing-masing wilayah menerima 10 paket sembako.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalteng, Rawing Rambang, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap upaya penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah.

“Bantuan diserahkan untuk mendukung poslap terpadu Karhutla di Kecamatan Kapuas Murung dan Kecamatan Mantangai,” kata Rawing, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurutnya, keberadaan poslap terpadu memiliki peran penting dalam mendukung operasi penanganan kebakaran di lapangan.

Dukungan yang dibutuhkan tidak hanya berupa peralatan pemadaman, tetapi juga kebutuhan logistik personel selama menjalankan tugas.

“Harapannya bantuan ini dapat membantu kebutuhan di poslap dan mendukung petugas yang berada di lapangan,” ujarnya.

Selain bantuan untuk petugas, GAPKI juga membagikan 750 paket vitamin dan masker kepada masyarakat di Kuala Kapuas.

Rawing mengatakan pembagian tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap dampak kesehatan yang muncul ketika kabut asap menyelimuti wilayah terdampak Karhutla.

“Sebanyak 750 paket vitamin dan masker dibagikan kepada masyarakat di Kuala Kapuas,” katanya.

Masker diberikan untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap dan partikel yang dapat mengganggu saluran pernapasan.

Sementara vitamin diharapkan dapat membantu menjaga kondisi tubuh masyarakat selama kualitas lingkungan menurun akibat kabut asap.

Rawing menilai penanganan Karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman dan pencegahan kebakaran.

Perhatian terhadap kesehatan masyarakat serta kebutuhan personel di lapangan juga menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.

Karena itu, GAPKI Kalteng menyatakan akan terus mengambil bagian melalui dukungan sosial dan kolaborasi dengan pemerintah serta pihak terkait.

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kuala Kapuas dan membantu menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap,” ujar Rawing. (TESTI PRISCILLA/J)