PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar diskusi mengenai paham radikalisme dan paham kekerasan bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Balai PWI Kalteng, Jalan RTA Milono Km 3, Palangka Raya, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan PWI Kalteng dengan Densus 88 Antiteror pada 21 September 2026.

Ketua PWI Kalteng, Muhamad Zainal, mengatakan pertemuan sebelumnya menjadi dasar untuk menghadirkan ruang diskusi yang membahas persoalan paham radikalisme dan kekerasan secara lebih terbuka.

Menurutnya, media memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga pemahaman wartawan mengenai isu radikalisme dan kekerasan menjadi penting dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Zainal mengatakan, diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada insan pers mengenai perkembangan isu radikalisme, paham kekerasan, serta bagaimana informasi mengenai isu tersebut dapat disampaikan kepada publik secara tepat.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan PWI Kalteng dengan Densus 88 pada 21 September 2026. Kami sepakat untuk menggelar diskusi terkait paham radikalisme dan paham kekerasan,” kata Zainal.

Forum tersebut juga menjadi ruang bertukar informasi antara insan pers dan pihak yang memiliki pengalaman dalam penanganan isu terorisme dan paham kekerasan.

PWI Kalteng mengundang pimpinan media cetak maupun elektronik untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran media diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab ketika mengangkat isu yang berkaitan dengan radikalisme dan kekerasan.

"Melalui kegiatan ini, PWI Kalteng berharap diskusi dapat memberikan perspektif bagi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sekaligus mendorong penyampaian informasi kepada masyarakat yang berdasarkan fakta dan tidak menimbulkan kesalahpahaman," pungkasnya. (MARINI/J)