BORNEONEWS, Washington – Kasus campak di Amerika Serikat terus meningkat sepanjang 2026. Hingga 1 Oktober, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat 3.887 kasus terkonfirmasi.
Dari jumlah tersebut, 3.869 kasus dilaporkan dari 47 wilayah di Amerika Serikat, sementara 18 kasus lainnya ditemukan pada pengunjung internasional.
CDC juga mencatat 42 wabah campak sepanjang tahun ini.
Sebanyak 95 persen atau 3.700 dari total 3.887 kasus memiliki keterkaitan dengan wabah yang sedang berlangsung maupun wabah yang dimulai sejak 2025.
Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan sepanjang 2025 ketika Amerika Serikat mencatat 2.289 kasus campak terkonfirmasi.
Lonjakan tersebut menunjukkan penularan campak masih menjadi perhatian serius otoritas kesehatan meskipun penyakit itu pernah dinyatakan tereliminasi di Amerika Serikat pada 2000.
CDC menyebut campak merupakan salah satu penyakit yang sangat mudah menular.
Virus dapat kembali menyebar ketika masuk ke komunitas dengan tingkat vaksinasi rendah.
Cakupan vaksin MMR pada anak taman kanak-kanak di Amerika Serikat juga menunjukkan penurunan.
CDC mencatat cakupan vaksinasi turun dari 95,2 persen pada tahun ajaran 2019/2020 menjadi 92,4 persen pada 2025/2026. Kondisi itu membuat sekitar 280 ribu anak taman kanak-kanak berisiko tidak memiliki perlindungan optimal.
CDC menegaskan dua dosis vaksin MMR menjadi perlindungan utama terhadap campak.
Selain penularan lokal, perjalanan internasional juga menjadi salah satu jalur masuk virus ke Amerika Serikat, terutama ketika orang yang belum divaksinasi terpapar campak di luar negeri.
Karena itu, otoritas kesehatan terus mengingatkan masyarakat untuk memastikan status vaksinasi, khususnya bagi anak-anak dan mereka yang akan melakukan perjalanan ke wilayah dengan penularan campak aktif.
Data kasus 2026 masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring pembaruan laporan dari otoritas kesehatan setempat.
ANTARA









