PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Para pelajar didorong terus menempa diri menjadi calon pemimpin masa depan Indonesia. Salah satunya melalui Kawah Kepemimpinan Pelajar yang menjadi ruang untuk membentuk kepribadian dan karakter unggul.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPD RI Dapil Kalteng, Agustin Teras Narang dalam kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMA Negeri 1 Kota Palangka Raya pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut digelar secara daring dengan menghadirkan pemateri untuk berbagi ilmu dan perspektif mengenai kepemimpinan. Pelaksanaan secara daring dilakukan sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Palangka Raya.

Dalam kegiatan itu, para pengurus OSIS dan peserta mengikuti pembelajaran mengenai kepemimpinan, sekaligus berbagi pandangan mengenai tantangan yang akan dihadapi generasi muda di masa mendatang.

Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya kemampuan mendengar bagi seorang pemimpin.

"Sebab, dalam sebuah diskusi, seseorang sering kali lebih ingin didengar daripada mendengarkan orang lain," kata Teras Narang.

Kemampuan mendengar, menurutnya, menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki pemimpin. Dengan kemampuan tersebut, seorang pemimpin dapat memahami pandangan, kebutuhan, maupun persoalan orang lain sebelum mengambil keputusan.

Selain kemampuan mendengar, kesadaran terhadap diri sendiri juga menjadi bagian penting dalam proses membentuk kepemimpinan. Para pelajar perlu memahami kehidupan, tujuan, serta mampu menempatkan diri dalam berbagai ruang sosial.

"Bagaimana kita bisa memimpin orang lain, bila tidak bisa memimpin diri sendiri. Memimpin itu sekali lagi dimulai dari diri sendiri," menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada para peserta.

Para pelajar juga diingatkan bahwa menjadi pemimpin bukan sesuatu yang terjadi secara instan. Ada proses yang harus dijalani, baik melalui pembelajaran di sekolah maupun pengalaman dalam kehidupan sosial dengan berbagai tantangannya.

Di tengah kemajuan teknologi komunikasi, peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan semakin terbuka. Karena itu, tantangan yang dihadapi pelajar diharapkan dapat menjadi bagian dari proses untuk tumbuh dan menempa karakter.

Perspektif kebangsaan turut diberikan dalam kegiatan tersebut, khususnya mengenai pentingnya pendidikan sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan diharapkan mampu menjadi ruang untuk membangun persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang masyarakat.

"Para pelajar diharapkan memiliki kesadaran mengenai peran mereka dalam membangun daerah dan bangsa. Melalui proses pendidikan dan pengalaman berorganisasi, mereka dapat mempersiapkan diri untuk mengisi berbagai ruang kepemimpinan di masa depan," tuturnya.

Kawah Kepemimpinan Pelajar juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan. Para peserta diharapkan membawa ilmu dan perspektif yang diperoleh untuk mendukung proses belajar serta kehidupan sosial mereka.

"Terus bersemangat menempa diri, hormat pada orang tua, dan selalu bersyukur pada Tuhan," pesan Teras menutup rangkaian penguatan kepada para pelajar.

Melalui kegiatan ini, pengurus OSIS, MPK, dan seluruh peserta diharapkan mampu tumbuh sebagai pemimpin pelajar yang membanggakan keluarga serta kelak memberikan kontribusi bagi kepentingan daerah dan bangsa. (TESTI PRISCILLA/H)