SAMPIT –

‎BORNEONEWS, Sampit – Kondisi Jalan M Noor di Kelurahan Samuda Kota, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga kini belum mendapat penanganan sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Pemerintah kecamatan mengaku telah berulang kali berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar jalan tersebut segera diperbaiki.

"Memang jalan itu sebagian ada yang rusak atau berlubang karena jalannya masih dari tanah, " kata ‎Camat Mentaya Hilir Selatan Wahyudah, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Ia mengatakan, upaya penanganan Jalan M Noor sebenarnya telah dilakukan sejak Januari 2026. Saat itu pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas PU untuk meminjam alat berat berupa grader.
‎
‎Namun, rencana tersebut harus tertunda karena kondisi cuaca dan air pasang yang dinilai tidak memungkinkan pekerjaan dilakukan secara optimal.
‎
‎"Kita ada koordinasi dengan pihak PU dan kemarin mereka menjanjikan untuk pinjam alat grader. Tapi karena musim hujan dan air pasang waktu itu, akhirnya ditunda agar pekerjaannya tidak bolak-balik," ujarnya. 

‎Memasuki Mei, pemerintah kecamatan kembali mengusulkan penanganan jalan tersebut. Namun, kondisi musim hujan masih menjadi salah satu kendala hingga pertengahan Juni.
‎
‎Pada saat itu, alat berat juga masih digunakan untuk mendukung pekerjaan perluasan Bandara Haji Asan Sampit sehingga belum dapat diturunkan ke wilayah Mentaya Hilir Selatan.
‎
‎"Kemudian di bulan Juli kami kembali menanyakan. Katanya alat itu mau dikirim ke sini sekitar 3 Juli. Tapi saat itu kita langsung menghadapi musibah karhutla, sehingga alat berat tidak bisa ditransfer ke sini sampai menunggu musibah karhutla selesai," jelasnya.
‎
‎Wahyudah menegaskan, pemerintah daerah tetap berupaya agar penanganan Jalan M Noor dapat dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan, Bupati Kotim Halikinnor disebut turut mengupayakan agar jalan tersebut setidaknya bisa diratakan dan diuruk terlebih dahulu.
‎
‎"InsyaAllah Bapak Bupati sendiri akan mengusahakan itu dalam waktu dekat. Paling tidak diratakan dulu. Kami tidak menjanjikan untuk pengaspalan dan sebagainya, tapi mereka berjanji untuk paling tidak diuruk kemudian dirapikan," katanya.
‎
‎Pemerintah kecamatan juga berharap masyarakat yang terdampak kondisi jalan tersebut dapat bersabar. Wahyudah memastikan pihaknya akan kembali mendatangi Dinas PU untuk mendorong agar alat berat segera diturunkan.
‎
‎"InsyaAllah hari Senin kami akan samperin lagi Dinas PU, memohon agar sesegera mungkin menurunkan alat tersebut," tegasnya.
‎
‎Ia juga meminta masyarakat memahami bahwa pemerintah daerah bukan tidak berupaya menangani persoalan tersebut. Sejumlah kondisi di lapangan, mulai dari musim hujan, air pasang, hingga bencana karhutla dan kekeringan, turut menyebabkan rencana penanganan mengalami penundaan.
‎
‎"Mudah-mudahan ini menjadi penyampai lidah untuk warga masyarakat Kecamatan Mentaya Hilir Selatan agar bisa berbaik sangka bahwa pemerintah daerah sebenarnya sudah berusaha. Tapi karena memang ada musibah karhutla, kekeringan dan sebagainya, itu yang membuat tertundanya pekerjaan yang kita minta," pungkasnya. (DEVI/H)