BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Para orang tua diimbau untuk tidak mengucapkan pelarangan dengan pengucapan kata 'Jangan', mengenai kreativitas dan waktu bermain bagi anak-anak usia dini.
Sebab menurut Bupati Seruyan Sudarsono, pengucapan kata tersebut dinilainya akan membuat pola pikir dan kreativitas anak sulit untuk tumbuh dan berkembang di usianya yang diharapkan sudah mampu mengasah pola pikir mereka secara baik dan benar.
"Anak usia dini jangan sampai dilarang dengan kata 'jangan'. Karena pada teorinya, anak di usia mereka sudah memiliki kebebasan, baik itu bemain, bercanda atau berkreativitas sesama seusianya. Boleh kita larang tentang sesuatu, tapi harus dengan cara menyentuh hari mereka," ujar Sudarsono.
Salah satu caranya, lanjut dia, misalkan anak itu berada di dekat sungai. Orang tua khususnya, harus bisa membujuk dan mengarahkan tanpa harus mengucapkan kata 'jangan'. Karena bermain sambil belajar itu adalah dunianya.
"Nak, yuk balik kesana, bermainnya. Ini sungai, nanti kalau jatuh bahaya," kata bupati memberikan contoh.
Dia menyampaikan, bahwa anak usia dini merupakan usia emas yang harus diukir dengan sedemikian rupa. Agar kelak pada saatnya nanti, mereka bisa tahu tentang dirinya, tentang orang tuanya, tentang lingkungannya dan juga tentang hakikat hidupnya.
"Anak usia dini kalau terlalu sering dilarang dengan kata jangan, pola pikirnya akan semakin tertekan. Kreativitas positif apapun lamban dan sulit untuk bekembang," terangnya.
Sementara itu, tambah dia, bagi para tenaga pendidik anak usia dini (PAUD), harus dibekali dengan pengetahuan yang cukup. Sebab anak lebih banyak diajarkan dengan keceriaan. (Parnen/N).







