BORNEONEWS, Sampit – Asap yang menyelimuti wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga berasal dari kebakaran lahan yang masih terjadi di wilayah Kecamatan Bukit Santuai.
Camat Mentaya Hulu, Edison, mengatakan saat ini tidak ada lagi kebakaran lahan yang terjadi di wilayah kecamatannya. Namun, asap masih terlihat menyelimuti kawasan tersebut dan diduga merupakan kiriman dari wilayah tetangga.
“Kalau di Kecamatan Mentaya Hulu sekarang sudah tidak ada kebakaran. Jadi, asap yang menyelimuti kecamatan ini berasal dari kecamatan tetangga, yaitu Bukit Santuai, karena di sana masih ada kebakaran lahan,” ungkap Edison, Minggu, 4 September 2026
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat wilayah Mentaya Hulu masih terdampak asap meskipun kebakaran lahan di wilayahnya sudah tidak ditemukan.
Asap akibat kebakaran lahan menjadi perhatian karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama jika kondisi berlangsung dalam waktu lama dan jarak pandang semakin terbatas.
Lebih lanjut, apalagi saat ini di kecamatan tersebut menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke -57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kabupaten Kotim.
17 kecamatan yang ada di kabupaten setempat mengirimkan kafilah ke kecamatan tersebut. Setidaknya hampir 500 orang peserta memadati kecamatan tersebut.
Karena itu, penanganan kebakaran lahan di wilayah yang masih terdapat titik api perlu terus dilakukan agar asap tidak semakin meluas dan mengganggu masyarakat di kecamatan sekitar. (DEVI/Y)









