BORNEONEWS, Tamiang Layang – Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lahan masyarakat di Desa Janah Jari, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, Minggu, 4 Oktober 2026.
Mereka menghadapi kendala akses menuju sumber air saat berupaya mengendalikan kobaran api. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung lebih sulit meski tim gabungan telah mengerahkan sejumlah peralatan dan dukungan suplai air.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Damkar Barito Timur menerima laporan kebakaran dari masyarakat melalui WhatsApp. Tim kemudian bergerak dari Posko Induk Gabungan Penanggulangan Karhutla Kabupaten Barito Timur sekitar pukul 14.45 WIB menuju lokasi yang membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Parluhutan Tampubolon mengatakan, petugas langsung melakukan pemadaman setelah tiba di lokasi.
“Luas lahan yang terbakar kurang lebih 1 hektare dan yang berhasil dipadamkan sekitar 0,8 hektare. Api sampai saat ini belum sepenuhnya padam,” katanya.
Parluhutan menjelaskan, akses menuju sumber air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petugas. Tim kemudian mendapat dukungan suplai air untuk membantu mempercepat proses pemadaman.
“Kendala di lapangan adalah sulitnya akses jalan ke sumber air. Untuk membantu pemadaman, kami mendapat dukungan satu tangki suplai air dari CAA Grup,” ujarnya.
Karhutla membakar vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan kayu di lahan dengan kondisi tanah mineral dan marginal. Petugas masih melakukan upaya pengendalian karena api belum sepenuhnya padam.
Dalam penanganan tersebut, petugas mengerahkan dua mesin jinjing atau alkon, dua nozzle, delapan selang antar, lima HT, satu tandon berkapasitas 1.000 liter, satu mobil pickup serta mobil operasional rescue BPBD.
Personel yang terlibat terdiri atas enam anggota TRC BPBD Damkar Regu 1, anggota Kodim 1012/Buntok, Damkar Pos Pemda, PDAM, CAA Grup serta warga setempat.
Petugas terus berupaya mengendalikan titik api untuk mencegah kebakaran meluas. Dukungan suplai air menjadi bagian penting dalam proses pemadaman mengingat akses menuju sumber air di lokasi cukup sulit.
Parluhutan menambahkan, setelah seluruh kegiatan pemadaman selesai dan sebelum meninggalkan lokasi, setiap instansi memastikan seluruh personelnya dalam kondisi lengkap.
“Sebelum keluar dari lokasi, masing-masing instansi mengecek anggotanya terlebih dahulu. Setelah personel dipastikan lengkap, tim langsung kembali ke Posko Induk Gabungan,” katanya. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)









