BORNEONEWS, Sampit - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran telah menyalurkan sebanyak 2,7 juta liter bantuan air bersih kepada masyarakat di berbagai kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang terdampak kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dari total 10 juta liter air bersih yang disiapkan untuk didistribusikan ke seluruh wilayah Kalteng, sebanyak 6,7 juta liter telah disalurkan. Khusus untuk Kotim, distribusi air bersih telah mencapai 2,7 juta liter.
Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah kecamatan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang menghadapi keterbatasan air bersih akibat kemarau dan dampak karhutla.
"Kalau masyarakat membutuhkan pangan, air bersih, kesehatan dan pendidikan, pemerintah harus hadir. Kita datang bukan hanya melihat, tetapi mencari jalan keluar," kata Agustiar Sabran saat menyalurkan bantuan di Kecamatan Telawang, Minggu, 4 Oktober 2026.
Agustiar mengatakan pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi ketika menghadapi kondisi sulit. Menurutnya, bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
"Kita ini petugas bapak dan ibu sekalian. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih dan pangan, di situlah pemerintah harus hadir," ucap Agustiar.
Dirinya juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan tidak memperkeruh situasi melalui saling menyalahkan.
Masyarakat diminta tetap berpikir positif, bijak menggunakan media sosial serta bersama-sama mencari jalan keluar dari berbagai persoalan yang muncul akibat bencana.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Kalteng terhadap masyarakat Kotim. Ia menyambut kedatangan Gubernur Agustiar Sabran di Kecamatan Telawang, khususnya wilayah Simpang Sebabi.
Halikinnor juga menceritakan sejarah pemekaran Kecamatan Telawang yang sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Kota Besi.
"Pada kesempatan ini, saya atas nama Pemerintah Daerah dan atas nama masyarakat Kabupaten Kotim mengucapkan selamat datang di Kecamatan Telawang, Simpang Sebabi, Pak Gubernur. Ini pemekaran dari Kota Besi, zaman saya menjadi camat yang mekarkan ini, pada tahun 2006," kata Halikinnor.
Menurutnya, Simpang Sebabi kini berkembang menjadi salah satu kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi cukup tinggi. Investasi perkebunan dan pertambangan turut berkembang di wilayah tersebut.
"Jadi saya Camat Kota Besi waktu itu, saya mekarkan. Ini ternyata di sini sampai Bank Sinarmas pun ada. Jadi ini kecamatan pemekaran yang paling maju di Simpang Sebabi ini. Ternyata di sinilah investasi banyak perkebunan, juga ada tambang dan segala macam," ujarnya.
Halikinnor mengatakan kunjungan Gubernur ke Kotim menjadi bentuk perhatian langsung kepada masyarakat, terlebih dilakukan di tengah kondisi karhutla yang berdampak terhadap aktivitas warga.
Ia menyebut sejumlah sektor perkebunan turut terdampak kebakaran sehingga aktivitas masyarakat ikut terganggu.
"Jadi kita bersyukur sekali beliau dengan kesibukan, ini tujuan beliau untuk menghadiri hari jadi Kabupaten Kobar. Tapi di mana pun kesempatan, beliau harus berkunjung ke masyarakat. Ini salah satu contoh, beliau datang membawa bantuan," katanya.
Menurut Halikinnor, bantuan tersebut turut menjawab kebutuhan masyarakat di tengah kondisi sulit akibat karhutla.
"Menjawab kesulitan kita di sini, apalagi karhutla ini, banyak yang tidak bekerja, perkebunan banyak terbakar. Jadi luar biasa, jadi kami sangat terima kasih sekali," ujarnya.
Halikinnor menambahkan, Gubernur Kalteng sebelumnya juga telah mengunjungi sejumlah wilayah di Kotim, termasuk Cempaga dan Kota Besi, selain Telawang.
Sementara itu, Camat Telawang Rendra Repati Putra mengucapkan terima kasih atas bantuan Gubernur. Wilayahnya menjadi salah satu yang menerima bantuan air bersih.
"Untuk bantuan air bersih dari Gubernur kita perlu bermohon. Dimohonkan tinggal disampaikan saja langsung ditindaklanjuti," pungkas Rendra. (DEWI PATMALASARI/y)









