JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah memperkuat dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kapuas dengan menyasar dua kebutuhan sekaligus, yakni petugas di lapangan dan masyarakat yang terdampak asap.

Dukungan untuk petugas diberikan melalui penyaluran sembako ke pos lapangan terpadu Karhutla di Kecamatan Kapuas Murung dan Mantangai. Sementara bagi masyarakat, GAPKI membagikan 750 paket vitamin dan masker di Kuala Kapuas.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalteng, Rawing Rambang, mengatakan masing-masing poslap di Kapuas Murung dan Mantangai menerima 10 paket sembako.

“Masing-masing kecamatan kami salurkan 10 paket sembako. Jadi total ada 20 paket untuk dua poslap terpadu,” kata Rawing, Senin, 5 Oktober 2026.

Menurutnya, keberadaan poslap terpadu menjadi salah satu titik penting dalam penanganan Karhutla karena mendukung personel yang melakukan pemantauan, pencegahan hingga pemadaman di lapangan.

Karena itu, kebutuhan dasar petugas juga perlu mendapat perhatian agar aktivitas penanganan kebakaran dapat terus berjalan.

“Harapannya bantuan ini dapat membantu kebutuhan di poslap dan mendukung petugas yang berada di lapangan,” ujarnya.

Selain mendukung personel, GAPKI Kalteng juga menaruh perhatian pada kondisi kesehatan masyarakat yang terpapar kabut asap.

Sebanyak 750 paket vitamin dan masker dibagikan kepada warga di Kuala Kapuas.

“Sebanyak 750 paket vitamin dan masker dibagikan kepada masyarakat di Kuala Kapuas,” kata Rawing.

Masker diharapkan membantu mengurangi paparan asap dan partikel yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan, sementara vitamin diberikan sebagai dukungan bagi masyarakat menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara memburuk.

Rawing menilai penanganan Karhutla tidak cukup hanya berfokus pada titik api.

Dampak terhadap masyarakat juga perlu diperhatikan, terutama ketika asap mulai memengaruhi aktivitas dan kesehatan warga.

“Dukungan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap penanganan Karhutla dan masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga unsur terkait lainnya.

Masing-masing memiliki peran dalam mencegah kebakaran, mendukung petugas di lapangan, serta mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.

GAPKI Kalteng menyatakan akan terus mengambil bagian dalam kegiatan pencegahan dan penanganan Karhutla maupun dukungan sosial bagi masyarakat di wilayah terdampak. (*/j)