BORNEONEWS, Palangka Raya - Patroli yang dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palangka Raya untuk mengantisipasi aksi balap liar justru berujung pada penanganan dugaan kecelakaan lalu lintas.
Sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga orang terjatuh saat melaju dari kawasan Jalan Sethadji menuju Bundaran Tugu Juang 45 Minggu tengah malam, 4 Oktober 2026.
Peristiwa bermula ketika tim patroli Satlantas mendapati sepeda motor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Petugas kemudian membuntuti kendaraan itu guna melakukan pemeriksaan. Saat hendak berbelok ke Jalan Strowbery, motor tersebut kehilangan kendali dan terjatuh.
Kasatlantas Polresta Palangka Raya, Kompol Hermanto, menjelaskan bahwa saat itu pihaknya tengah melaksanakan patroli mobile untuk mencegah balap liar dan gangguan keamanan ketertiban masyarakat di kawasan yang kerap dijadikan lokasi berkumpul pengendara.
"Anggota langsung mengikuti motor itu. Namun, saat hendak berbelok ke Jalan Strowbery, motor tersebut terjatuh. Anggota kemudian mendatangi dan mengamankan sementara ketiga orang yang berada di atas kendaraan," ungkap Hermanto, Senin, 5 Oktober 2026.
Situasi semakin berkembang ketika sejumlah warga mendatangi petugas dan memberikan informasi dugaan tabrak lari.
Warga menyebut motor tersebut diduga terlibat insiden di kawasan Jalan RTA Milono sebelum melaju menuju Bundaran Sampah.
Keterangan warga diperkuat oleh Kholis, yang mengaku sempat ikut mengejar motor tersebut.
"Di depan Toko Gemilang mereka menabrak orang, kemudian kami kejar. Sampai di Bundaran Sampah, motor Beat yang berbonceng tiga itu terjatuh karena panik. Kendaraan keluar dari jalur aspal dan akhirnya jatuh," ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, salah satu penumpang mengalami luka di bagian wajah dan kaki. Warga bersama petugas segera memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Doris Sylvanus untuk penanganan medis.
Dua orang lainnya diamankan ke Unit Laka Satlantas Polresta Palangka Raya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Polisi saat ini masih melakukan pendalaman guna memastikan rangkaian kejadian dan keterlibatan masing-masing pihak.
"Sementara itu, patroli di titik-titik rawan terus diperkuat guna mencegah balap liar dan kecelakaan lalu lintas yang merugikan masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/H)









