PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Cempaga – Kepala SMAN 1 Cempaga, M. Toyep, menyambut lega kepastian bahwa bangunan sekolah yang terbakar akan dibangun kembali pada 2026.

Kepastian itu disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, saat meninjau kondisi SMAN 1 Cempaga di Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Alhamdulillah telah ada kunjungan dari Bapak Gubernur dan beliau memastikan, menjanjikan akan dibangun tahun ini juga,” ujar Toyep, 5 Oktober 2026.

Bagi pihak sekolah, kepastian tersebut menjadi kabar penting setelah kebakaran menghanguskan sejumlah ruangan dan fasilitas belajar.

Toyep berharap pembangunan dapat segera direalisasikan agar proses pendidikan di sekolah bisa kembali berjalan dengan dukungan sarana yang memadai.

Dalam kunjungannya, Agustiar juga menginstruksikan jajaran terkait segera menyusun perencanaan pembangunan kembali gedung sekolah yang terdampak kebakaran.

Instruksi tersebut diberikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, dan Kepala Dinas PUPR Kalteng, Juni Gultom.

“Segera kami akan bangun,” tegas Agustiar.

Pembangunan kembali gedung SMAN 1 Cempaga diupayakan dapat dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.

Kebakaran sebelumnya terjadi pada Minggu, 27 September 2026 dini hari.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, dugaan sumber api berasal dari korsleting listrik pada kulkas di ruang wakil kepala sekolah.

“Untuk penyebab kebakaran di SMAN 1 Cempaga ini adalah dari korsleting listrik pada kulkas yang berada di ruang wakil kepala sekolah,” kata Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP Sugiharso.

Api kemudian merambat dan menghanguskan lima ruangan di lingkungan sekolah.

Bangunan yang terdampak terdiri atas tiga ruang kelas, satu ruang wakil kepala sekolah dan satu ruang guru.

Tidak hanya bangunan, sejumlah fasilitas dan aset pemerintah yang berada di dalam ruangan juga ikut rusak.

Kepolisian memperkirakan kerugian sementara akibat kebakaran mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

“Kerugiannya adalah Rp1,5 miliar untuk kerugian yang merupakan aset pemerintah, aset negara ini,” terang Sugiharso.

Dengan adanya kepastian pembangunan tahun ini, pihak sekolah kini menunggu tindak lanjut perencanaan dan pelaksanaan pembangunan agar fasilitas belajar yang terdampak dapat segera dipulihkan.