BORNEONEWS, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya yang telah berlangsung sekitar tiga bulan menjadi perhatian DPRD Kota Palangka Raya.
Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim, meminta Pemerintah Kota (Pemko) memperkuat penanganan, terutama dari sisi anggaran dan operasional di lapangan.
Arif mengatakan, kondisi karhutla yang masih terjadi menunjukkan penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemerintah perlu memastikan seluruh kebutuhan petugas dan relawan terpenuhi agar pemadaman dapat dilakukan secara cepat ketika titik api kembali muncul.
“Anggaran harus disiapkan, termasuk untuk kebutuhan operasional penanganan karhutla,” kata Arif dalam rapat paripurna bersama Pemko Palangka Raya, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian adalah ketersediaan biaya operasional peralatan pemadam. DPRD menerima informasi terdapat sejumlah mesin pemadam yang berasal dari bantuan pemerintah maupun pihak swasta, namun belum seluruhnya dapat dimanfaatkan secara maksimal karena terkendala biaya operasional.
“Kalau alat ada tetapi tidak bisa digunakan karena operasionalnya tidak tersedia, tentu ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Arif menilai kondisi tersebut harus segera dicarikan solusi. Jangan sampai peralatan yang sudah tersedia justru tidak dapat digunakan ketika petugas membutuhkan dukungan tambahan untuk menjangkau lokasi kebakaran.
Selain anggaran, Arif juga menekankan pentingnya memperkuat personel di lapangan. Penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan relawan dan masyarakat, terutama di wilayah yang berdekatan dengan lokasi kebakaran.
Ia sebelumnya juga mendorong perekrutan relawan dari kelompok usia produktif untuk memperkuat penanganan di lapangan. Menurutnya, kondisi pemadaman membutuhkan tenaga fisik yang prima, sehingga proses perekrutan perlu memperhatikan kemampuan dan keselamatan relawan.
Arif juga meminta masyarakat tidak bersikap acuh terhadap kejadian karhutla. Warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran dapat membantu petugas sesuai kemampuan dan kondisi keselamatan, termasuk memberikan dukungan logistik ketika diperlukan.
“Penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas pemadam. Kesadaran dan kepedulian masyarakat juga sangat diperlukan untuk mencegah kebakaran lahan,” ujarnya.
Arif berharap, Pemko bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi dan memastikan dukungan anggaran maupun sarana prasarana tersedia. Terlebih, prediksi musim kemarau yang dapat berlangsung panjang membuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla perlu dipertahankan. (MARINI/Y)









