KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Suara nyaring knalpot brong semakin akrab dengan jalanan Kuala Kapuas. Sepeda motor dengan knalpot yang telah dimodifikasi itu kerap melintas di ruas jalan yang berada di tengah kawasan padat penduduk, tanpa mengenal waktu, termasuk hingga tengah malam saat sebagian warga mulai beristirahat.

Suara keras yang muncul tiba-tiba tidak jarang membuat warga yang berada di pinggir jalan terkejut. Dalam beberapa kesempatan, suara knalpot bahkan terdengar bersahutan dari kendaraan yang melintas, menjadikan kebisingan lalu lintas bukan lagi sekadar suara sesaat.

Fenomena tersebut cukup mudah ditemui di sejumlah ruas jalan utama Kota Kuala Kapuas. Salah satunya di kawasan Jalan Barito dan Antang, terutama pada malam hari. Sepeda motor yang melintas dengan suara knalpot nyaring terlihat cukup sering, dengan sebagian pengendaranya masih berusia remaja.

Bagi warga yang sehari-hari beraktivitas di kawasan tersebut, suara itu sebenarnya sudah bukan sesuatu yang asing. Namun, sering mendengar bukan berarti tidak terganggu. Suara yang datang secara tiba-tiba tetap dapat membuat orang terkejut, terlebih ketika kondisi jalan dan lingkungan mulai sepi.

"Ya udah sering lalu lalang begini, tapi ya tetap aja bikin terkejut," ungkap Ati, pedagang kaki lima di Jalan Barito, Kuala Kapuas, Senin, 5 Oktober 2026.

Kondisi menjadi lebih terasa ketika suara knalpot tersebut muncul pada malam hingga tengah malam. Pada waktu tersebut, sebagian warga telah berada di rumah dan mulai beristirahat. Suara kendaraan yang melintas dengan knalpot bising pun dapat terdengar lebih jelas karena aktivitas di jalan mulai berkurang.

Penggunaan knalpot hasil modifikasi pada dasarnya menjadi pilihan pemilik kendaraan. Namun ketika kendaraan digunakan di ruang publik, suara yang dihasilkan tidak hanya menjadi urusan pengendara. Ada warga lain yang ikut merasakan dampaknya, terutama mereka yang tinggal atau mencari nafkah di sepanjang ruas jalan.

Persoalannya bukan semata-mata soal suara sebuah sepeda motor. Ketika suara keras berulang kali muncul di kawasan permukiman dan berlangsung hingga larut malam, persoalan tersebut bersinggungan dengan kenyamanan bersama. Jalan adalah ruang publik yang digunakan banyak orang dengan kebutuhan yang berbeda.

Jika fenomena itu terus berlangsung dan akhirnya dianggap sebagai sesuatu yang biasa, suara knalpot brong bisa semakin melekat dengan suasana malam Kuala Kapuas. Warga mungkin akan terbiasa mendengarnya, tetapi pertanyaannya, apakah mereka memang harus terbiasa dengan sesuatu yang sebenarnya mengganggu kenyamanan. (SABRIANOOR/H)