BORNEONEWS, Muara Teweh – Duka menyelimuti Kalimantan Tengah setelah mantan Bupati Barito Utara dua periode, H Nadalsyah atau Koyem, meninggal dunia di Jakarta, Senin malam, 5 Oktober 2026.
Pada Selasa pagi ini, 6 Oktober 2026, jenazah almarhum diberangkatkan dari Jakarta menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Muara Teweh. Jenazah dijadwalkan tiba pada sore hari.
Nadalsyah dikenal luas bukan hanya sebagai mantan Bupati Barito Utara periode 2013–2018 dan 2018–2023, tetapi juga Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah.
Kepergiannya meninggalkan rasa kehilangan di kalangan masyarakat, jajaran pemerintahan hingga keluarga besar Partai Demokrat.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, turut menyampaikan duka atas wafatnya Nadalsyah.
AHY mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat dan mendoakan agar seluruh amal ibadahnya diterima.
“Kita kehilangan Bapak Nadalsyah, seorang yang sangat baik hatinya dan begitu menyayangi masyarakat. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan kebaikannya, berpulang dalam keadaan husnulkhatimah, serta diampuni segala dosanya selama di dunia,” ujar AHY, Selasa, 6 Oktober 2026.
Duka juga disampaikan Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, yang sebelumnya sempat membesuk Nadalsyah ketika menjalani perawatan di Jakarta.
Shalahuddin menyatakan kehilangan atas berpulangnya salah satu tokoh penting dalam perjalanan pembangunan Barito Utara.
Nadalsyah diketahui mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Jakarta. Sejumlah sumber lokal menyebut almarhum sempat menjalani perawatan intensif sebelum kondisinya menurun.
Semasa hidup, Nadalsyah dikenal sebagai figur yang tumbuh dari perjalanan panjang sebelum masuk ke pemerintahan.
Ia lahir di Desa Lemo pada 12 Maret 1965 dan kemudian berkembang dari dunia usaha hingga akhirnya memimpin Kabupaten Barito Utara selama satu dekade.
Pada masa kepemimpinannya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bagian yang paling dikenal masyarakat.
Sejumlah fasilitas seperti jalan, jembatan, rumah sakit hingga sarana pelayanan publik berkembang selama dua periode pemerintahannya.
Jejak itu kemudian membuat Nadalsyah dikenal oleh banyak kalangan sebagai salah satu figur penting dalam pembangunan Barito Utara.
Kini, perjalanan panjang itu berakhir dengan kepulangannya ke Muara Teweh.
Daerah yang pernah dipimpinnya selama dua periode akan menjadi tempat peristirahatan terakhir almarhum. (*/j)









