JEPARA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya mengalokasikan anggaran lebih dari Rp47,5 miliar untuk memperkuat ketahanan pangan dalam RAPBD 2027. Anggaran tersebut setara dengan 3,34 persen dari total belanja daerah.

Anggaran itu diarahan untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pokok sekaligus mengantisipasi gejolak inflasi. Fokus program meliputi peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan lokal, perbaikan infrastruktur pengairan, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penguatan cadangan pangan daerah.

Anggota DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan mengatakan DPRD memiliki tugas utama memastikan anggaran yang telah dialokasikan benar-benar digunakan sesuai peruntukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Yudhi, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya anggaran. DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program, termasuk melihat capaian, penggunaan anggaran, serta hasil yang dirasakan masyarakat.

“Ini menjadi bagian dari tugas utama DPRD, yaitu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan APBD. Jangan sampai anggaran yang besar tidak sejalan dengan hasil yang diharapkan,” kata Yudhi, Selasa, 6 Oktober 2026.

Ia menilai program ketahanan pangan harus diarahkan pada peningkatan produksi pangan lokal sehingga daerah tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar. Selain itu, dukungan terhadap petani dan peternak harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan program.

Yudhi juga menekankan pentingnya memastikan pembangunan infrastruktur pengairan dan penyediaan sarana produksi benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, program harus disusun berdasarkan kondisi dan potensi wilayah serta melibatkan masyarakat sebagai penerima manfaat.

“DPRD akan melihat bagaimana program ini dijalankan, apakah tepat sasaran, bagaimana realisasinya dan apa dampaknya terhadap masyarakat. Karena ukuran keberhasilan APBD bukan hanya terserap, tetapi manfaatnya harus bisa dirasakan,” ujarnya.

Dengan alokasi lebih dari Rp47,5 miliar tersebut, DPRD berharap penguatan ketahanan pangan dapat berkontribusi terhadap stabilitas harga bahan pokok sekaligus meningkatkan kemandirian pangan Palangka Raya secara berkelanjutan. (MARINI/R)