PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Realisasi pendapatan daerah Kota Palangka Raya hingga 5 Oktober 2026 mencapai 89,80 persen. Capaian tersebut dinilai sudah sangat baik, namun masih terdapat sejumlah sektor pajak yang realisasinya jauh di bawah target.

Anggota DPRD Palangka Raya, Syaufwan Hadi menyoroti salah satu sektor dengan capaian terendah, yakni Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang baru terealisasi 3,53 persen.

“Realisasi pendapatan sebesar 89,80 persen per 5 Oktober 2026 sudah sangat baik,” kata Syaufwan, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurutnya, capaian secara keseluruhan perlu tetap diikuti dengan evaluasi terhadap masing-masing sumber pendapatan. Sebab, terdapat sejumlah jenis pajak yang telah melampaui target, tetapi ada pula yang masih sangat rendah.

Selain pajak mineral, realisasi Pajak Sarang Burung Walet tercatat 31,57 persen dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 46,32 persen. Sementara Pajak Reklame mencapai 73,35 persen.

Di sisi lain, beberapa sektor menunjukkan capaian tinggi. Pajak Air Tanah terealisasi 103,41 persen, BPHTB 119,70 persen, Pajak Restoran 113,30 persen, serta Pajak Kesenian dan Hiburan bahkan mencapai 193,05 persen.

Untuk pajak lainnya, realisasi Pajak Tenaga Listrik mencapai 96,35 persen, Pajak Perhotelan 79,22 persen, Pajak Parkir 80,39 persen, Pajak Kendaraan Bermotor 77,46 persen, dan BBNKB 84,87 persen.

Syaufwan mengatakan perbedaan capaian antarsektor tersebut perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Terutama terhadap sektor dengan realisasi rendah, sehingga potensi pendapatan yang seharusnya dapat masuk ke kas daerah bisa dioptimalkan.

“Yang realisasinya masih rendah tentu perlu menjadi perhatian dan dievaluasi. DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap capaian pendapatan daerah,” ujarnya.

Menurut Syaufwan, optimalisasi pendapatan harus dilakukan secara terukur dengan melihat potensi masing-masing sektor. 

"Capaian pendapatan yang sudah mencapai 89,80 persen juga perlu dipertahankan hingga akhir tahun dengan tetap memastikan seluruh potensi pendapatan daerah dapat tergarap secara maksimal," ingatnya. (MARINI/R)